Non-ASN Pemprov Sulsel Terlindungi Jamsostek

Kamis, 8 Juli 2021 13:56

SERVER PENDAFTAR Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulsel, Imran Jausi (kiri) didampingi Kabid Pengadaan, Pemberhentian, d...

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Pemrov Sulsel menargetkan tak ada lagi pegawai non-ASN tidak terlindungi jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek), tahun depan.

Semua mesti terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Preminya dianggarkan pada APBD 2022 sebesar Rp2,9 miliar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Andi Darmawan Bintang mengatakan, anggaran Rp2,9 miliar untuk jamsostek 17 ribu pegawai non-ASN di lingkup Pemprov Sulsel.

“Saat ini kan masih ditanggung OPD masing-masing. Nah, mulai tahun depan semua ditanggung Pemprov Sulsel,” kata Andi Darmawan di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 6 Juli.

Soal mekanisme pembayaran preminya, Darmawan menjelaskan, diupayakan agar bisa dibayar per bulan. Tidak sekaligus dalam setahun.

Hal ini untuk mengantisipasi ada non-ASN mundur di tengah jalan atau ada hal lain di luar perkiraan. “Misalnya ada yang keluar atau meninggal. Makanya kita coba monitor hal-hal seperti ini. Tergantung yang disepakati oleh keuangan nanti,” bebernya.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan, dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, non-ASN tidak perlu potong gaji. Semua di back-up dalam APBD.

“Semua yang terdata dalam SK itu kita mau cover. Jadi tidak usah potong gaji,” pintanya.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Arif Budiarto berharap semua pekerja formal dan informal bisa tercover BPJS. Termasuk non-ASN.

Bagikan berita ini:
1
4
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar