Pandemi Covid-19, UMKM Butuh Perhatian Khusus

Kamis, 8 Juli 2021 14:01

ILUSTRASI. UMKM

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Nasib pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin terpuruk. Beberapa pelaku UMKM gulung tikar, karena terdampak pandemi Covid-19. Kebanyakan UMKM mengalami masalah kesehatan arus kas.

Selain itu, pelaku UMKM terkendala dari sisi suplai, karena terganggunya distribusi selama masa pandemi Covid-19. Juga terjadi pelemahan dari sisi permintaan, lantaran jam operasional terbatas hingga pukul 17.00 Wita.

“Saya yang jualan mulai sore di Aroepala Food City sangat terdampak. Saya putuskan buka pagi sampai sore, tapi berbeda psikologis orang nongkrong. Kalau pagi sampai sore, orang sibuk kerja,” kata Owner Gula-gula Milo, Nugroho, kemarin.

Menurutnya, pembatasan ketat yang berlaku sejak 6-20 Juli 2021 di Makassar minim kajian. Sebab, keputusan tersebut langsung dari Pemerintah Pusat. Kewenangan pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus wilayahnya masing-masing seharusnya jadi acuan penanganan wabah Covid-19.

“Kalau kajiannya tidak jelas itu buat kami bertanya-tanya, mana kuasa pemerintah daerah untuk menjelaskan ke Pemerintah Pusat soal situasi di Makassar. Untuk apa itu otonomi daerah?,” ucap Nuge, sapaannya.

Nuge meminta pemerintah kota memberikan bantuan bagi pelaku UMKM selama PPKM berskala mikro diterapkan. Salah satunya, memberikan pelatihan yang berbasis pada strategi penjualan digital.

“Bukan hanya bantuan uang, meski saya belum pernah terima. Kita minta diberi akses ketika mengubah strategi dari jualan offline ke online, apa yang dilakukan pemerintah agar UMKM mendukung PPKM mikro,” ujarnya.

Bagikan berita ini:
9
9
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar