Politisi PAN Usulkan RS Khusus Pejabat, Mantan Jubir KPK: Ide Paling Brilian dalam 100 Tahun

Kamis, 8 Juli 2021 14:45

Febri Diansyah-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Usulan rumah sakit covid khusus pejabat direspons nyinyir oleh Febri Diansyah. Pegiat Antikorupsi itu menyebut ide itu paling brilian dalam 100 tahun peradaban dunia.

Hal itu disampaikan mantan juru bicara KPK itu dalam unggahan di akun media sosial pribadinya, Rabu (7/7/2021).

Dia menekankan bahwa setiap orang perlu memberikan doa yang baik. Tapi saat ceritanya diputar di tengah kesengsaraan rakyat, dia mengaku tak tahu harus bagaimana lagi.

“Yang saya tahu, kita perlu doakan yang baik, sekalipun terhadap musuh. Tapi entahlah terhadap para pencuri di tengah kesengsaraan ini. Pelaku korupsi bencana,” tutur Febri Diansyah, seperti dikutip dari akun Twitter @febridiansyah, Kamis (8/7/2021).

Soal wacana rumah sakit Covid khusus pejabat, baginya ini adalah ide paling brilian. Dalam durasi 100 tahun ini, ide ini disebut mungkin tak ada lawannya.

Dia pun menyinggung akan ada banyak relawan yang bersedia untuk ditugaskan di Rumah Sakit Covid khusus pejabat tersebut.

“Saya cukup percaya, banyak yang mau jadi relawan di sana dengan tugas masing-masing. Anda tertarik? Coba sebutkan jika jadi relawan, Anda ingin bertugas melakukan apa?” sebut Febri Diansyah.

Meski tak tahu niatan di balik usulan itu, dia menekankan pentingnya bicara dengan empati pada situasi covid-19 saat ini.

“Saya nggak tahu apa niat politikus tersebut menyampaikan ide RS Covid khusus pejabat. Tapi di sinilah pentingnya bicara dengan EMPATI dalam situasi yang sangat pedih begini,” tambah pria berkacamata itu.

Dia juga berharap semoga pernyataan politikus tersebut segera dikoreksi, dan menjadi pembelajaran untuk pejabat lainnya.

“Semoga segera dikoreksi dan jadi pembelajaran bagi semua pejabat dalam melakukan komunikasi publik,” ucap Febri Diansyah.

Baginya, menyelematkan nyawa rakyat adalah hal paling utama yang harus dilakukan pemerintah.

Rakyat disebut sudah sangat menderita. Banyak yang dibuat sedih. Banyak juga yang kehilangan orang-orang tercinta.

“Satu persatu orang-orang tercinta berpulang, diterkam berita-berita tentang oksigen yang menipis, langkanya ICU, bahkan ekonomi yang jadi lebih sulit, dan pejabat yang asal bicara,” tulisnya lagi.

Sebelumnya, Wasekjen DPP PAN Rosaline Rumaseuw menyoroti banyak pejabat negara positif COVID-19 dan sulit mendapatkan fasilitas kesehatan. Rosaline meminta pemerintah membuat rumah sakit khusus pejabat.

Pernyataan ini disampaikan Rosaline saat menjadi pembicara di webinar survei Median, Rabu (7/7/2021). Awalnya, Rosaline menilai sejak pertama pemerintah tidak siap dalam menangani pandemi Corona.

“Penanganan COVID terutama saya mau sampaikan kepada pemerintah bahwa kita tidak siap, padahal waktu Corona lahir itu kita harus sudah siap. Karena apa? Itu di TV itu sudah dibilang dunia itu sudah, mulai dengan Italia, tanah-lahan sudah susah untuk dikubur kita tidak siap sehingga faskes-faskes itu akhirnya saya sangat sayangkan fasilitas itu tidak ada,” ujar Rosaline.

Dia menyebut pemerintah memilik RSPAD yang ikut menangani pandemi COVID. Namun, menurutnya, pemerintah perlu lebih waspada dengan banyaknya pejabat yang positif COVID. Para pejabat ini juga dinilai perlu diistimewakan karena memiliki tugas memikirkan negara dan rakyat.

“Saya tahu ada RSPAD, tapi begitu Corona lahir, Kemenkes harus sudah mulai waspada karena pejabat negaranya harus diistimewakan, dia ditempatkan untuk memikirkan negara dan rakyatnya, bagaimana sampai dia datang ke emergency terus terlunta-lunta, saya sedih,” tuturnya.(genpi/fajar)

Bagikan berita ini:
1
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar