PPKM di Makassar dengan Penutupan Sementara Rumah Ibadah, Dewan Tak Sepakat

Kamis, 8 Juli 2021 15:15

TARAWIH DENGAN PROKES: Umat muslim menjalankan ibadah Salat Tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (12/04/2021) mala...

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Sejumlah organisasi keagamaan memaklumi kebijakan PPKM. Termasuk MUI Makassar.

PADA Selasa, 6 Juli, Pemkot Makassar telah mengeluarkan aturan baru berupa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Salah satu poinnya adalah menutup sementara rumah ibadah.

Berlaku selama dua pekan, berlaku 6-20 Juli 2021. Keberlanjutannya akan ditentukan oleh status setiap RT/RW. Ke depan, status zonasi Covid-19 memang akan diperkecil.

SEKRETARIS Komisi D DPRD Makassar Syahruddin Said menilai keputusan yang diambil pemkot untuk menyelamatkan masyarakat harusnya bukan menutup masjid.

Yang perlu ditutup adalah public service yang sifatnya komersil, seperti pasar, mal, dan tempat keramaian. Komisi D adalah bagian yang mengurusi keagamaan di DPRD.

“Terlepas dari gereja, itu masjid, meskipun besar, safnya sudah diatur. Di dalam sudah ada jaga jarak, di depan sudah ada tempat cuci tangan. Saya pribadi tidak sepakat. Justru masjid itu harus diramaikan,” jelas legislator PAN itu.

Ajid menegaskan, sejatinya, masjid adalah tempat paling suci. Peluang terbebas dari Covid-19 sangat besar. Ia lebih mendorong yang ditutup adalah pasar.

“Karena di sana tidak teratur. Kalaupun diatur, orang di sana tidak akan teratur. Memang kondisinya tempat perbelanjaan,” lanjutnya.

Meski begitu, Ajid tidak akan memboikot aturan yang dikeluarkan. Sebab, ranah kerjanya hanya mengawasi dan mengingatkan serta memberi masukan kepada pemkot.

Bagikan berita ini:
5
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar