Kedapatan Berkumpul di Kawasan Senayan, Anies Baswedan Pecat 8 Bawahannya

  • Bagikan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran protokol kesehatan pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat yang menimbulkan kerumunan. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID -- Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat masih digalakkan Pemprov DKI Jakarta. Bahkan, daerah yang dipimpin Anies Baswedan ini tak segan melakukan penindakan tegas.

Seperti yang dilakukan kepada delapan oknum Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta yang melanggar aturan.

Hal ini ditengarai akibat tindakan mereka yang kedapatan berkumpul, makan, dan minum di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (7/7) malam.

Akibat tindakan tersebut, kedelapan oknum ini diberhentikan tugas karena telah melakukan kategori pelanggaran berat oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Pemberhentian dilakukan per 9 Juli 2021, melalui Apel yang dipimpin oleh Kadishub DKI, Syafrin Liputo, serta di hadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta Sekda DKI, Marullah Matali, beserta jajarannya, di Halaman Balaikota DKI.

Anies mengatakan bahwa langkah pendisiplinan tersebut sangat penting, karena siapapun yang berseragam dan menjalankan tugas negara, harus memberikan contoh baik saat bertindak. Mereka sangat tidak diharapkan untuk melakukan pelanggaran, khususnya saat menjalankan PPKM Darurat.

“Karena itulah, ini bukan sekadar pemberhentian, tetapi karena mereka tidak patuh untuk membawa atribut negara di pundaknya, di dadanya, di saat mereka justru melakukan pelanggaran atas peraturan. Ini pesan kepada semua, bila Anda melakukan pelanggaran, bila Anda bertindak tidak patut, sementara Anda membawa atribut negara, maka atribut nya dilepas dan ikatan kerjanya dihentikan,” kata Anies dalam keterangannya, Jumat (9/7).

  • Bagikan