Vendor Wisata Covid Minta Dibayar, Salah Satunya Ponakan Nurdin Abdullah, Ini Penjelasan Pemprov

Jumat, 9 Juli 2021 21:53

Kepala BPBD Sulsel, Nimal Lahamang.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sejumlah vendor untuk program wisata Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendatangi kantor Gubernur Sulsel.

Para vendor mendesak Pemprov untuk melakukan pelunasan sesegera mungkin. Pasalnya, sebagian mengaku tidak dibayar selama beberapa bulan ini.

Menanggapi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Nimal Lahamang selaku pihak yang banyak bersentuhan degan program tersebut mengatakan, selama tahun 2021 memang ada beberapa tagihan yang masuk untuk pembayaran dari bulan Januari hingga bulan Maret.

“Memang ada tagihan beberapa sisa dari bulan Januari sampai bulan Maret. Kan kita tahu toh bulan Maret ditutup mi itu wisata Covid-19 karena pertimbangan pasien sudah mulai berkurang sampai bulan Maret kemarin. Akhirnya bertahaplah ditutup hotel,” katanya, Jumat, (9/7/2021) malam.

Ia menjelaskan, semua tagihan yang masuk wajib diaudit oleh pihak Inspektorat. Sehingga, kata dia, memang membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Diaudit itu pemeriksaan secara menyeluruh datanya, apanya semua. Dan alhamdulillah selama hampir 4 minggu BPBD diperiksa, karena adanya tagihan. Sudah ada pembayaran bertahap. Ada beberapa hotel lagi dan keduanya ada beberapa katering,” lanjutnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Sulsel, Sulkaf S Latief menyebutkan, ada tiga tahap pemeriksaan yang ia lakukan selama ini untuk pembayaran Covid-19 sebesar Rp20 miliar.

“Saya lakukan pemeriksaan dan itu pemeriksaan tiga kali dilakukan, tiga tahap, karena begitu banyaknya, Rp20 miliar saya harus verifikasi ulang, ini sudah pemeriksaan,” ujarnya.

Bagikan berita ini:
7
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar