Vendor Wisata Covid Minta Dibayar, Salah Satunya Ponakan Nurdin Abdullah, Ini Penjelasan Pemprov

  • Bagikan

Bahkan, kata dia, pihaknya membentuk Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) untuk melakukan pemeriksaan.

"Maka Rp20 miliar saya lakukan pemeriksaan khusus, 7 hari pertama sebelum lebaran saya bisa menyelesaikan terutama yang berkaitan dengan tenaga sukarela. Karena itu mendekati relawan-relawan saya lakukan verifikasi. Dan itu sudah dibayar sebelum lebaran, lebaran Idul Fitri kemarin," ujarnya

Untuk pembayaran pertama, lanjutnya, baru sekitar Rp5 miliar, mengutamakan para relawan. Pembayaran tahap kedua sekitar Rp4 miliar lebih, sebagian besar untuk usaha katering. Kemudian, pembayaran tahap ketiga saat ini, termasuk jasa katering dan hotel menurutnya telah diserahkan ke pihak Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel.

"Pemeriksaan ketiga, 7 hari lagi (dilakukan), itu sudah sebagian ada katering, terutama ada yang luar daerah dan hotel. Setelah itu saya tambah lagi 5 hari untuk mengecek lokasi-lokasi di daerah. Dan sejak minggu lalu, sudah semua saya selesaikan dan saya sudah kasi BKAD yang mana boleh dibayar," ujarnya.

Ia mengakui, tagihan yang ada memang sudah cukup lama. Hasil audit dari Rp20 miliar itu, kata dia, ada sekitar Rp100 juta tidak bisa dibayar.

"Katering itu Rp4 miliar kita lihat oke, ada kurang-kurang sedikit paling jutaan ji, mungkin salah hitung ji. Karena dari Rp20 miliar itu cuma 100 juta ji tidak bisa dibayar, termasuk hotel," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah vendor program wisata covid-19 mendatangi Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, (9/7/2021) siang tadi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan