Biaya Wisata Covid-19 Belum Lunas, Inspektorat Sebut Ada Pengetatan dalam Pencairan

Sabtu, 10 Juli 2021 08:01

Plt Kepala Inspektorat Sulsel, Sulkaf S Latief (Foto: Selfi/Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Sulawesi Selatan, Sulkaf S Latief mengatakan, sebanyak Rp20 miliar anggaran Covid-19 di lingkup pemerintah provinsi Sulsel yang telah ia audit.

Pengauditan itu kata dia terbagi menjadi tiga tahap. Ia menjelaskan, memang ada pengetatan dalam pembayaran utang selama ini untuk memastikan pembayaran sesuai pemakaian di lapangan.

“Jadi setelah saya masuk bulan 3 itu kan ada pembayaran Covid-19 yang begitu melonjak besar. Kemudian ada tagihan yang belum dibayarkan. Pas saya masuk (bulan Maret sebagai Plt Kepala Inspektorat), ada perintah, lihat dulu ini baru bayar karena tidak sebatas review,” katanya, via telepon, Jumat, (9/7/2021) malam.

“Dulunya kan review saja. Kalau review itu namanya pertimbangan tapi tidak mengikat. Saya lakukan pemeriksaan dan itu pemeriksaan 3 kali dilakukan, 3 tahap, karena begitu banyaknya. Rp20 miliar saya harus verifikasi ulang, ini sudah pemeriksaan,” imbuhnya.

Bahkan kata dia, pihaknya membentuk Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) untuk megaudit Rp20 miliar itu. Ia mengaku selama ini cukup melakukan review sebelum pembayaran.

Namun atas permintaan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, yang membutuhkan data yang lebih akurat, maka pemeriksaan dilakukan lebih dalam. Pembayaran diutamakan bagi mereka yang lengkap secara administrasi.

“Pemeriksaan melihat dulu administrasi, bagaimana, lengkap. Setelah administrasi lengkap, dilakukan random sampling, sama dengan itu orang. Kita random sampling itu orang-orang yang bertugas. Ada koordinatornya, ada apanya, kita konfirmasi ke Dinas Kesehatan. Kalau tim ini betul dia bertugas, bayar,” tuturnya.

Bagikan berita ini:
6
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar