Mulai Merencanakan Dana Darurat? Yuk Intip Tipsnya Dibawah ini

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID -- Kalau kamu sedang memulai merencanakan keuangan, kamu harus paham apa itu dana darurat. Dana darurat adalah sumber dana yang siap kamu pakai kapanpun disaat kejadian penting atau darurat.

Sumber dana darurat ini harus terpisah dari sumber pengeluaran harian kamu. Memisahkan rekening dana darurat dan rekening harian juga mempermudah kamu dalam mengatur arus uangnya. Idealnya, kamu punya rekening khusus untuk dana darurat ini, seperti Tabungan Maxi dari digibank by DBS.

Punya dana darurat yang ideal, bisa jadi penolong kamu untuk keluar dari berbagai situasi sulit, loh. Misalnya, kamu tiba–tiba sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Kalau kamu gak punya dana darurat, kamu pasti bakal pusing harus mencari pinjaman kesana–kemari. Jangan sampai kamu terjerat hutang cuma karena kamu gak menyisihkan sebagian pemasukan kamu ke dalam rekening dana darurat.

Kalau kamu mau mulai mempersiapkan dana darurat tapi bingung harus bagaimana, kamu bisa ikuti nih beberapa tips dibawah ini:

  • Tentukan target pengumpulan dana darurat

Yang pertama harus kamu rencanakan adalah berapa besaran dana darurat, dan berapa lama waktu mengumpulkannya. Sebagai contoh, kamu masih single dengan gaji 5 juta perbulan. Setiap bulannya, kamu menghabiskan 3 Juta rupiah untuk berbagai keperluan. Maka idealnya, kamu punya 24 Juta  dalam rekening dana darurat. Kamu punya target waktu 2 tahun (24 bulan) untuk mencapai angka ini. Kalau dihitung, kamu perlu menyisihkan Rp1.250.000 per bulan. Perhitungannya gak ribet, kan?

  • Pisahkan dana darurat kamu dari pos pengeluaran lainnya

Idealnya, dana darurat kamu harus terpisah dari rekening pengeluaran bulanan, tabungan biasa bahkan rekening investasi. Memisahkan rekening dana darurat ini memastikan kalau kamu hanya membuka sumber dana ini disaat paling mendesak. Selain itu, pemisahan ini juga membuat perencanaan dana darurat jadi mudah, loh.

  • Bagikan