Serangan Gencar Italia, Legenda Turun Gunung, Wasit “Diteror”

Sabtu, 10 Juli 2021 11:47

Bonucci dan pemain Italia lainnya merayakan kemenangan mereka atas Spanyol di babak semifinal. (Foto: Twitter EURO2020)

FAJAR.CO.ID, LONDON—Final Piala Eropa 2020 yang mempertemukan Inggris dan Italia baru akan digelar, Senin, 12 Juli mendatang. Namun, Italia yang akan bertamu ke Wembley Stadium sudah menyerang Inggris sejak kemarin.

Serangan dilakukan kubu Italia melalui media dan komentar-komentar para legenda mereka. Psywar (Psychological Warfare) atau perang urat syaraf ini mereka lakukan untuk mengganggu konsentrasi pemain-pemain Inggris dan memberi mereka tekanan jelang kickoff final.

Penalti kontroversial Inggris saat mereka mengalahkan Denmark di semifinal menjadi senjata pertama propaganda kubu Italia. Sejumlah media Italia menuding ada konspirasi untuk menjadikan The Three Lions sebagai juara turnamen ini.

“Dalam turnamen Euro yang diselenggarakan dan diatur untuk Inggris, tidak mengherankan penalti yang sangat murah hati yang memuluskan tim Gareth Southgate menuju final pertama mereka setelah 55 tahun,” tulis La Gazzetta Dello Sport.

Surat kabar yang berbasis di Kota Milan ini mengklaim penolakan pejabat Inggris terhadap Piala Super Eropa menjadi alasan konspirasi ini. Seperti diketahui, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson memang secara terbuka menyatakan sokongannya pada UEFA untuk melarang kompetisi yang digagas sejumlah klub raksasa Eropa tersebut.

Mantan penyerang Italia, Fabrizio Ravanelli memimpin barisan legenda Gli Azzurri yang turun gunung melakukan psywar. Ia mengatakan bahwa dirinya khawatir tentang bagaimana wasit, Bjorn Kuipers akan memimpin final ini. “Saya hanya takut pada wasit. Penalti melawan Denmark itu tidak ada, itu memalukan,” tegas Ravanelli kepada Il Mattino.

Bagikan berita ini:
5
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar