Warga Ini Tolak Eksekusi Lahan di Perintis Makassar, Putusan PN Dinilai Dipaksakan

Sabtu, 10 Juli 2021 19:49

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Hendra Kusuma, salah seorang warga yang menempati sebuah lahan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Biringkanaya, Makassar menyayangkan sikap Pengadilan Negeri Makassar yang diduga memaksakan penetapan eksekusi terhadap lahan yang ditempatinya.

Eksekusi terhadap lahan yang dimaksud kabarnya dimohonkan oleh pihak ahli waris Abdul Gani Pawawo yang bernama Gina Rostina dan Gartini.

Hendra mengatakan alasan pihaknya menilai penetapan eksekusi yang diterbitkan oleh Pengadilan Negeri Makassar tersebut keliru karena lahan yang menjadi objek eksekusi bukan milik pemohon eksekusi dalam hal ini ahli waris Abdul Gani Pawawo.

Lahan tersebut, kata dia, awalnya 15 tahun yang lalu dibeli dari seorang pengembang. Pengembang tersebut membeli lahan dari pemilik lahan yang bernama H. Bado Laba melalui ahli warisnya.

H Bado Laba dahulunya memang pernah bersengketa dengan Abdul Gani Pawawo tepatnya dalam perkara nomor 96/PDTG/1997.Tgl 25 Oktober 1997 PN. Ujung Pandang. Alhasil PN. Ujung Pandang memutuskan memenangkan H. Bado Laba.

Tak terima dengan putusan PN. Ujung Pandang tersebut, Abdul Gani Pawawo melakukan perlawanan dengan mengajukan upaya banding sebagaimana tercatat dalam perkara nomor 43/PDTG/1998. Tgl 15 April 1998 Pengadilan Tinggi Ujung Pandang. Alhasil dalam putusan Pengadilan Tinggi Ujung Pandang kembali menguatkan putusan PN. Ujung Pandang. Abdul Gani Pawawo kembali kalah.

Bagikan berita ini:
1
1
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar