8 Bulan Tidak Cair, Rp7 Miliar Anggaran Insentif Nakes RSKD Dadi Diaudit Inspektorat

Minggu, 11 Juli 2021 10:38

Ilustrasi Nakes.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Insentif tenaga kesehatan Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi belum cair selama delapan bulan, terhitung dari November 2020 lalu hingga saat ini.

Direktur RSKD Dadi, Arman Bausat mengatakan, untuk saat ini anggaran insentif nakes sementara diaudit oleh Inspektorat Sulawesi Selatan. Setelah diudit, dilanjutkan ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel.

“Jadi itu insentif nakes sekarang lagi diaudit sama inspektorat. Sudah diajukan mi semua, lagi diaudit. Kalau hasil audit sudah selesai baru dibawa ke BKAD untuk pembayaran. Diproses mi sekarang,” katanya kepada Fajar.co.id, Minggu, (11/7/2021).

Untuk pencairan kata dia, tinggal menunggu hasil audit. Pasalnya, yang diaudit bukan hanya insentif nakes di RSKD Dadi.”Kan banyak toh, seluruh kabupaten/kota. Jadi pasti butuh waktu lah. Tapi yang jelas sudah disiapkan mi anggarannya,” ujar Arman.

Namun, yang akan dicairkan baru insentif bulan November, Desember, Januari dan Februari. Untuk Maret hingga saat ini kata dia baru sementara dihitung untuk segera diusulkan pencairan.

Pasalnya, sejak bulan Maret pasien COVID-19 sudah bisa dihitung jari. Sehingga anggaran tidak lagi sebesar sebelumnya.

“Harus disesuaikan tenaga dengan jumlah pasien yang ada. Satu hari pasien paling banyak empat. Nakes ku kan 266, tidak mungkin itu saya mau bayarkan padahal pasien cuman sedikit jadi saya tarik nakes nya ditempatkan di tempat lain” tuturnya.

Bagikan berita ini:
7
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar