Hasil Studi Peneliti Thailand: Vaksin Sinovac Tak Manjur Lawan Covid Varian Delta

Minggu, 11 Juli 2021 14:19

Vaksin Sinovac

FAJAR.CO.ID — Tenaga kesehatan atau nakes di Indonesia yang tertular Covid-19 sudah mencapai angka ratusan. Bahkan, sebagian di antaranya meninggal dunia. Mirisnya lagi, mereka yang terpapar dan meninggal sudah divaksinasi dengan Covid-19.

Atas kejadian ini, kemanjuran vaksin Sinovac terus dipertanyakan. Sebuah studi baru yang dirilis di Thailand dengan berani menyebutkan vaksin Sinovac tak manjur melawan Covid-19 varian Delta yang cepat menular.

Dilansir dari The Thaiger, Minggu (11/7), penelitian di Thailand menjelaskan Sinovac memiliki sedikit efektivitas dalam menghentikan varian Delta Covid-19. Strain Delta, pertama kali diidentifikasi di India, sangat berbahaya karena ditemukan jauh lebih menular dan menyebar dengan cepat ke seluruh Thailand. Varian tersebut diprediksi akan menjadi bentuk dominan Covid-19 di Thailand pada bulan depan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa vaksin buatan Tiongkok lebih dari 90 persen efektif dalam memproduksi antibodi penetralisir untuk melawan Covid-19. Dengan antibodi tersebut, Sinovac memberikan kekebalan 80-90 persen untuk varian Alpha dari Covid-19.

Tetapi data menunjukkan vaksin Sinovac jauh kurang efektif melawan varian Delta dalam studi bersama antara kepala Pusat Ilmu Kesehatan Penyakit Menular Palang Merah Thailand dan ahli virologi di BIOTEC. Studi tersebut mengungkapkan bahwa vaksin mRNA adalah yang paling efektif dalam memerangi varian Delta Covid-19.

Namun, karena lambatnya persetujuan dan pemesanan, tidak ada vaksin yang bekerja menggunakan vaksin mRNA yang akan tersedia di Thailand setidaknya hingga Oktober. Moderna dan Pfizer semuanya menggunakan teknologi mRNA dan sekarang telah disetujui di Thailand tetapi terbukti sulit untuk masuk ke dalam perbatasan.

Bagikan berita ini:
9
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar