Heboh Lalat Politik Ala Moeldoko, Pakar Komunikasi: Ngeselin!

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio mengaku gregetan dengan pernyataan 'lalat politik' yang disuarakan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Menurutnya, pernyataan tersebut sungguh menyebalkan. Di tengah sorotan tajam terhadap carut marut penanganan Covid-19 di tanah air, istilah lalat politik yang diduga ditujukan kepada para pengkritik pemerintah dianggapnya tidak elok.

"Harga kelapa hijau, saat normal 10ribu, PSBB 15ribu, minggu lalu 20ribu, tadi pagi 25ribu. Semoga beruang gak tersinggung harga kelapa hijau naik terus, bisa dia naikin itu harga susunya. Harga lagi naik gini trus ada Pejabat yang ngomong ada Lalat Politik, ngeselin!" cuit Hendri di akun Twitternya, Minggu (11/7/2021).

Analis politik itu kembali melontarkan kalimat satir. Di saat harga obat-obatan dan vitamin melonjak tajam hingga terjadi kelangkaan, dalam waktu bersamaan pejabat negara malah mendengungkan istilah lalat politik.

"Obat sakit Kepala mulai jarang, obat turun panas super jarang, obat batuk susah didapat, obat pilek gak kliatan, vitamin C susah, vitamin D susah, kalau pun ada harganya naik mahal, kondisi lagi gini trus ada Pejabat yang ngomong ada Lalat Politik, Asli ngeselin!" sahutnya lagi.

Di saat yang sama pula, para tenaga kesehatan tengah berjibaku melawan Covid-19 bahkan tak sedikit dari mereka yang terinfeksi hingga meregang nyawa, ada pejabat yang melontarkan hal yang kurang enak didengar telinga.

"Tetangga bantu tetangga, warga bantu warga, rakyat nurut program pemerintah, semua saling bantu supaya beban Nakes dan Rumah sakit agak ringan. Semua doain Nakes, dokter, perawat sehat-sehat, trus ada Pejabat yang ngomong ada Lalat Politik, beneran ngeselin!" celotehnya lebih lanjut.

Hendri mengaku tidak marah dengan pernyataan Moeldoko, hanya saja ia memberi kritik agar mantan Panglima TNI itu lebih bijak dalam berucap.

"Gue mesti berjemur, abis itu ketawa-tawa, Naikin imun, barusan seneng juga ngeliat Messi akhirnya juara bisa kasih gelar ke Argentina. Oh maaf ya pemerintah 3 twit sebelum ini bukan Marah, cuma ngasih masukan kritis, agar lebih bijak berucap, kalian kan panutan," tegasnya berseloroh.

Pasalnya, saat Moeldoko mengucapkan lalat politik itu dalam kapasitasnya sebagai pejabat negara lingkar istana. Apalagi pernyataan tersebut diungkapnya di YouTube resmi KSP.

"Bicara dengan menggunakan jaket pejabat, memakai kemeja pemerintah itu mudah dipersepsikan sebagai komunikasi resmi pemerintah ke rakyatnya. Jadi setiap pejabat sebaiknya mempersiapkan pesan komunikasi dengan tepat, sebab rakyat adalah rakyat!" pungkasnya.

Sebelumnya, Moeldoko mengingatkan semua pihak tak jadi lalat politik yang mengganggu upaya penanganan COVID-19. Sebab, yang terpenting saat ini adalah bekerja sama menyelamatkan masyarakat, bahu membahu melawan pandemi.

"Saya mengingatkan semua pihak janganlah menjadi lalat-lalat politik yang justru mengganggu konsentrasi," kata Moeldoko. (dra/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan