Mulai Besok, DP2 Makassar Mulai Lakukan Pemeriksaan Hewan Kurban

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Dinas Peternakan dan Perikanan (DP2) Kota Makassar akan mulai turun memeriksa kesehatan hewan jelang lebaran Iduladha yang sisa menghitung hari.

Hal ini dilakukan agar hewan yang dipotong di hari raya kurban nanti benar benar layak dikonsumsi oleh masyarakat dan tidak menimbulkan penyakit. 

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DP2 Kota Makassar Herliyani menyebut, pihaknya menyiapkan 150 tim kesehatan yang akan turun memeriksa kesehatan hewan mulai besok.

"Jadi ada 150 fiks jumlahnya, terdiri dari dokter hewan, ada dari perguruan tinggi negeri dan swasta. Mereka dibagi di 15 kecamatan ada yang dua orang ada yang tiga," ujarnya, Minggu (11/7/2021).

Sementara secara prosedural, tim-tim tersebut akan memeriksa kondisi hewan dengan mengambil masing-masing sampel darah untuk diteliti. Herliyani mengatakan hal ini dilakulan untuk mengantisipasi adanya bakteri antraks yang dinilai berbahaya dan banyak menjangkiti hewan-hewan kurban.

"Kita waspada dengan penyakit ini, karena banyak menjangkiti hewan, makanya kita ambil sampel darahnya," ungkapnya.

Sementara itu pemeriksaan kelayakan hewan secara Islami juga dilakukan, masing-masing hewan harus dipastikan tak cacat dan memenuhi umur yang dipersyaratkan.

Selain itu pihalnya juga mengantisipasi adanya sapi-sapi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang beredar, lantaran dinilai tidak sehat untuk diperjual belikan.

"Jadi kalau sapi yang di-TPA itu kita pastikan tidak diperjual belikan saat Kurban. Kalau sapi itu rata-rata datang dari luar daerah. Dia cari lahan kosong kemudian entah dia sewa ke pemiliknya untuk digunakan berdagang," ujarnya. 

Setelah memenuhi seluruh kriteria, hewan-hewan tersebut akan diberi masing-masing surat keterangan layak. Hewan juga akan diberi tanda khusus oleh DP2 di kuping untuk menandakan hewan tersebut sudah bisa diperjual belikan.

"Jadi berkasnya itu satu sapi ada, yang pegang itu penjualnya. Ini yang nanti jadi acuan, kita minta ke masyarakat agar bisa cek dulu kelengkapan kelayakan hewannya, kalau tidak ada, jangan dibeli," katanya.

Sementara itu dihubungi terpisah Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Muhammad Syarif hingga hari ini mengatakan masih melakukan pendataan jumlah hewan kurban.

"Sekarang belum bisa ditentukan jumlah pastinya, ini masih setor-setor orang uangnya. Jadi namanya kurban itu ada tongpi baru bisa jadi," katanya.

Sebelumnya DP2 melaporkan jumlah hewan kurban tahun ini diprediksi akan mencapai kisaran 6000-7000. Jumlah tersebut diambil dari jumlah rata-rata pemotongan pada tahun 2019 dan 2020 lalu. (ikbal/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan