Sindir Moeldoko, Politikus Demokrat: Jika Istana Diganggu Lalat, Artinya Sudah Terlalu Banyak Sampah!

Minggu, 11 Juli 2021 20:36

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik melontarkan sindiran pedas atas pernyataan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terkait lalat-lalat politik.

Menurut Rachland, lalat hanya mengerubuti sampah yang berbau busuk. Moeldoko yang berada di lingkaran istana diminta peka, jika di sana menemukan lalat, itu artinya istana sudah terlalu banyak sampah.

“Jenderal, lalat hanya mengerubuti sampah berbau busuk atau anyir. Jika Anda lihat istana diganggu lalat, itu artinya di istana sudah terlalu banyak sampah,” celoteh Rachland lewat akun Twitternya, Minggu (11/7/2021).

Selain Rachland, politisi Demokrat lainnya juga melontarkan sindiran tak kalah pedasnya.

Syahrial Nasution, Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat menyebut, istilah lalat politik yang dikatakan Moeldoko lantaran pemerintah tak tahan lagi dikritik soal lambannya penanganan pandemi Covid-19.

“Gara-gara gak tahan dikritik soal cara penanganan Covid-19. Boss nya ngomong ada lalat politik. Anak buahnya bilang, ada sampah demokrasi,” sebut Syahrial juga lewat cuitannya di Twitter.

Istilah sampah demokrasi dilontarkan oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin yang merupakan bawahan Moeldoko.

Dalam pernyataannya, Ali Mochtar Ngabalin menyebut sejumlah pihak yang mendesak Presiden Joko Widodo untuk mundur adalah sampah demokrasi.

“Dua-duanya pegawai di istana. Giliran dapat untung jadi sales obat cacing untuk covid, diam-diam aja. Susah, ngajak-ngajak. Kelakuan tukang begal,” tegas Syahrial.

Bagikan berita ini:
5
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar