Bupati Bekasi Wafat, Perjalanan Kariernya Dirintis dari Kepala Desa

Senin, 12 Juli 2021 14:39

Bupati Bekasi, Eka S Armadja. ANTARA/HO/Pemerintah Kabupaten Bekasi

FAJAR.CO.ID, BEKASI — Bupati Bekasi Eka S Atmaja karena terpapar COVID-19, Minggu (11/7). Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim merasa kehilangan.

“Saya menyampaikan dukacita dan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Bapak Eka Supria Atmaja,” ujar Rachim melalui telepon selulernya, di Bogor, Senin (12/7).

Dedie mengaku kerap menjalin komunikasi dengan Atmaja. Terutama sejak awal pandemi COVID-19, Maret 2020 lalu, saat Dedie menjadi ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bogor.

Menurut Dedie, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) selalu berkoordinasi dalam penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek, ketika itu. “Kabupaten Bekasi salah satu daerah yang saat itu menghadapi lonjakan kasus Covid-19, pada pekerja di sektor industri. Penanganan kasus Covid-19 di Bekasi ini dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain di Jabodetabek,” katanya.

Atmaja, wafat di RS Siloam, Kelapa Dua, Tangerang, sekitar pukul 21:30 WIB Minggu (11/7). Almarhum sebelumnya dirawat di ruang unit perawatan intensif RS Siloam sejak Minggu (4/7), karena positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti mengatakan atasannya itu terkonfirmasi positif Covid-19 setelah diuji usap PCR.

Atmaja yang terserang Covid-19 dengan gejala klinis karena memiliki komorbid, kemudian dirawat di RS Siloam Tangerang. Pria kelahiran Bekasi, 9 Februari 1973 ini meninggalkan seorang istri, Holillah, dan tiga anak.

Bagikan berita ini:
1
10
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar