Demokrat: Jangan Sampai PTUN Tercemar oleh Surat Kuasa Palsu Kubu Moeldoko

Senin, 12 Juli 2021 21:45

Politisi Demokrat, Herzaky Mahendra Putra

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kepala Badan Komunikasi Strategis (Kabakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyoroti status pengacara kubu Moeldoko, Rusdiansyah. Herzaky menyoroti status Rusdiansyah jelang persidangan gugatan yang diajukan kubu Moeldoko terhadap Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly.

Menurutnya, Rusdiansyah saat ini menjalani proses pemeriksaan di Polda Metro Jaya atas dugaan pemalsuan surat kuasa.”Saudara Rusdiansyah sedang dalam proses pemeriksaan di Polda Metro Jaya atas dugaan pemalsuan surat kuasa,” ujar Herzaky melalui keterangan tertulis, Senin (12/7/2021).

Rusdiansyah MH diketahui mewakili pihak Moeldoko dalam gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait kisruh Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat beberapa waktu lalu.

Rusdiansyah dan delapan pengacara lainnya dilaporkan ke polisi pada April 2021 lalu atas dugaan memalsukan surat kuasa dari tiga Ketua DPC Partai Demokrat.Surat kuasa palsu ini kemudian dipakai untuk menggugat keabsahan AD/ART 2020 DPP Partai Demokrat, di mana KSP Moeldoko juga ikut serta sebagai penggugat. Ketiga Ketua DPC Partai Demokrat tersebut melaporkan Rusdiansyah dan rekan-rekannya pada polisi atas tindak pidana pemalsuan.Aduan itu dicatat dalam laporan polisi tertanggal 18 April 2021 dengan nomor: TBL/2062/IV/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ.Laporan kasus tersebut didasarkan pada KUHP pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 dengan ancaman hukum enam tahun kurungan penjara. Tiga Ketua DPC yang dimaksud masing-masing Ketua DPC Demokrat Konawe Utara Jefri Prananda, Ketua DPC Demokrat Muna Barat Laode Abdul Gamal dan Ketua DPC Buton Utara Muliadin Salemba.

Bagikan berita ini:
7
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar