Gaduh Vaksin Berbayar, PKS: Cuma Cari Untung dan Memeras Rakyat

Senin, 12 Juli 2021 18:36

Ilustrasi Vaksinasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Presitiany Aher meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur Kimia Farma lantaran memicu kegaduhan terkait dengan jual beli vaksin.

“Pemerintah harus kaji lagi dan menegur Kimia Farma karena membuat kegaduhan di tengah masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Senin (12/7/2021).

Menurutnya, vaksinasi untuk mengatasi virus corona atau Covid-19 merupakan tanggung jawab pemerintah yang tidak bisa dibebankan kepada masyarakat.

“Vaksinasi mengatasi bencana non-alam adalah tanggung jawab negara demi kesalamatan rakyatnya,” kata Netty.

Anggota DPR RI yang membidangi masalah kesehatan itu juga menilai bahwa kebijakan jual beli vaksin terkesan memeras masyarakat.

“Jadi, opsi vaksin berbayar seperti upaya mencari keuntungan dengan memeras rakyat,” tutur Netty.

“Sekotor ekonomi sedang terpuruk, banyak rakyat sedang menderita dan terjepit, fungis layanan pun tengah kolaps jangan menambah beban masyarakat dengan vaksin berbayar,” tandasnya.

Sementara itu, PT. Kimia Farma Tbk memutuskan untuk menunda rencana vaksinasi gotong royong (VGR) Individu yang berbayar.

Awalnya, vaksinasi berbayar itu rencananya akan dilaksanakan mulai hari ini, Senin 12 Juli 2021.

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma, Ganti Winarno Putro mengatakan, pihaknya akan menunda sampai pengumuman selanjutnya.

“Kami mohon maaf karena jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin, 12 Juli 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya,” ujar Ganti dalam keterangan tertulis, Senin (12/7).

Bagikan berita ini:
1
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar