Langgar Kode Etik, Dua Anak Buah Firli Bahuri Kena Sanksi Teguran hingga Pemotongan Gaji

Senin, 12 Juli 2021 13:39

Ilustrasi pegawai KPK. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menyatakan dua penyidik KPK Praswad Nugraha dan Muhammad Nur Prayoga terbukti melanggar kode etik saat menangani kasus dugaan suap pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Keduanya dinyatakan melakukan perundungan dan pelecehan terhadap pihak-pihak lain baik di dalam maupun luar lingkungan kerja. Perbuatan keduanya disebut melanggar Pasal 6 Ayat (2) huruf b Peraturan Dewan Pengawas Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

“Mengadili, menyatakan para terperiksa, terperiksa I, Mochammad Praswad Nugraha, dan terperiksa II, Muhammad Nur Prayoga bersalah melakukan pelanggaran kode dan pedoman perilaku berupa perundungan dan pelecehan terhadap pihak lain di dalam dan di luar lingkungan kerja,” kata Anggota Dewas KPK Harjono dalam konferensi pers daring, Senin (12/7).

Dalam putusannya, Dewas menjatuhkan sanksi sedang berupa pemotongan gaji sebesar 10 persen selama enam bulan terhadap Praswad Nugraha.

Sementara Dewas menjatuhkan sanksi ringan berupa surat teguran tertulis I kepada Muhammad Nur Prayoga.

“Menghukum terperiksa I, Mochammad Praswad Nugraha dengan sanksi sedang berupa pemotongan gaji pokok sebesar 10 persen selama enam bulan. Terperiksa II, Muhammad Nur Prayoga dengan sanksi ringan berupa teguran tertulis I dengan masa berlaku hukuman selama tiga bulan,” katanya.

Dalam menjatuhkan sanksi tersebut, Majelis Etik Dewas mempertimbangkan sejumlah hal.

Bagikan berita ini:
8
3
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar