Sidang NA dan Edy Digelar di Makassar, Ini Penjelasan JPU KPK

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Muhammad Asri membeberkan alasan kenapa sidang kasus Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Asri menyebut Makassar diyakini tempat yang aman untuk menggelar sidang kasus gratifikasi proyek infrastruktur yang menyeret NA dan mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel, Edy Rahmat.

"Yang menjadi perhatian adalah bagaimana kondisi kemanan, yang paling penting adalah kondisi keamanan," ujar Asri usai menyerahkan berkas perkara ke PN Makassar.

Sebelumnya, JPU KPK telah melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin, (12/7/2021).

Pantauan Fajar.co id, JPU KPK turun di mobil dengan membawa tiga kardus putih.

Kardus tersebut berisikan berkas perkara NA dan Edy yang akan diserahkan ke pihak PN Makassar.

Selain faktor kemanan, Asri juga menyebut adanya rekomendasi dari sejumlah pihak seperti kejaksaan hingga kepolisian menjadi alasan lain digelarnya kasus ini di Makassar.

"Adanya rekomendasi-rekomendasi disini aman tertib dan damai disampaikan ke kami. Sehingga membuat kami membawa berkas perkara ini ke Makassar," lanjutnya.

Kendati demikian, ia masih akan memantau situasi yang terjadi sekarang.

Jika nanti dikemudian hari terjadi hal yang tidak diinginkan, maka persidangan akan dipindahkan ke Jakarta.

"Kita memantau perkembangan situasi berjalan aman, kita berdoa mudah-mudahan kedepannya akan aman, karena kalau tidak aman bisa saja memindahkan ke Jakarta Pusat," pungkasnya. (Zaki/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan