Tim Detektor Ditolak Warga, Danny Pomanto Ancam Tak Layani Urusan di Pemkot

Senin, 12 Juli 2021 14:06

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tim detektor yang diturunkan Pemkot Makassar masih banyak mendapat penolakan dari masyarakat. Padahal tim ini berfungsi mengecek status kesehatan tiap orang.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengaku tidak mempermasalahkan jika adanya penolakan. Tetapi Ia menegaskan, jangan salahkan pemerintah kalau tidak bisa mengurus sesuatu.

Kedepan, masyarakat yang telah diperiksa oleh tim detektor akan mendapat status kesehatan yang bisa diakses lewat QR Code.

“Tapi jangan menyesal, kalau mereka tidak bisa urus apa-apa di pemerintah kota kalau tidak punya QR Code, ituji. Ini kan untuk mereka, bukan untuk kita,”ucap Danny, Senin (12/7/2021).

Mereka yang menolak, Kata Danny bisa diartikan menolak dilayani oleh pemerintah Kota Makassar. Berbagai fasilitas baik kesehatan maupun pelayanan administrasi tidak bisa mereka dapatkan.

Bukan hanya layanan di pemerintahan, mereka yang tidak dapat barcode terancam tidak bisa menikmati fasilitas di Kota Makassar seperti mal. Sebab mereka yang ingin masuk diharuskan mempunyai QR Code.

“Untuk banyak hal, misalnya masuk fasilitas, harus ada QR Codenya, bahkan untuk masuk mal harus ada. Jadi kalau tidka mau tidak apa apa. Kita syukur juga, tugasnya jadi ringan. Termasuk dia sakit, tidak dilayani ki.Karena kita seluruh kota akan dapat barcode,”tegas Danny.

Dia heran masih ada masyarakat yang menolak tim detektor ini. Padahal pemeriksaan ini untuk masyakarat Kota Makassar yang lebih baik. Terlebih Pemkot tidak memungut biaya sepeserpun.

“Tidak apa apa kalau menolak, tapi jangan juga sesalkan kita, kalau kau tidak dapat QR Code. Kan kita gerakan ini untuk dia ji, kalau tidak mau tidak usah,”tuturnya.

Danny mengungkapkan telah mengantongi nama nama yang menolak dan masuk dalam catatannya.

“Artinya dia menolak diberikan QR Code, jadi mereka menolak dilayani oleh Pemkot. Jangan nanti mengeluh, karena semua yang menolak sudah ada semua namanya,”jelasnya.

Terkait tim detektor yang dianggap membawa virus, Danny menganggap semua itu fitnah. Justru yang tidak mau diperiksa menjadi penyebar virus.

“Apalagi ada fitnah kalau detektor penyebar virus, malah mereka yang penyebar virus,”pungkasnya. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
4
2
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar