Anak Buah Jenderal Listyo Vs Simpatisan HRS di Tasikmalaya, Pimpinan NU: Jangan Menganggu Masyarakat

Selasa, 13 Juli 2021 13:06

Kendara polisi mengalami kerusakan saat kericuhan demo menuntut Habib Rizieq dibebaskan di Tasikmalaya. Foto: Radar Tasi...

FAJAR.CO.ID, TASIKMALAYA – Kericuhan terjadi saat demo menuntut Habib Rizieq Shihab (HRS) dibebaskan di Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (12/7).

Massa bentrok dengan petugas setelah mencoba menerobos kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tasikmalaya.

Kericuhan bermula saat massa berusaha merobohkan pagar gerbang kantor kejari. Aksi makin ricuh dan terjadi perusakan. Tiga mobil polisi menjadi sasaran.

“Sekelompok massa ini datang ke kantor kejaksaan dia sampaikan aspirasi tapi akhirnya diwarnai kericuhan sedikit,” kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono saat ditemui di kantornya, seperti dilansir Radar Tasikmalaya.

Massa akhirnya kocar-kacir setelah dipukul mundur kendaraan water canon. Anak buah Jenderal Listyo Sigit pun mengamankan 31 orang massa yang berlaku anarkistis.

Barang bukti yang diamankan berupa motor kendaraan polisi yang rusak, video perusakan, dan batu.

“Kami amankan 31 orang mayoritas anak-anak sekitar 18 orang. Mereka masih jalani pemeriksaan,” ucap Rimsyahtono.

Sementara itu, sejumlah tokoh menyesalkan aksi anarkistis yang terjadi. Semua pihak diminta menahan diri untuk mencegah polemik yang lebih besar.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tasikmalaya KH Atam Rustam MPd mengatakan kebebasan menyampaikan aspirasi seyogianya dilakukan dengan tertib.

“Jangan sampai mengganggu masyarakat, terlebih melakukan perusakan,” imbau dia. (radartasikmalaya)

Bagikan berita ini:
6
6
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar