Beraksi di Kantin Pemprov Sulsel, Ini Sosok Oknum yang Minta Fee ke Kontraktor

Selasa, 13 Juli 2021 13:16

Admin CV Yogi Pratama, Rainal (Foto: Selfi/Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Oknum yang meminta fee dari pihak kontraktor yang ikut lelang proyek di lingkup pemerintah provinsi Sulawesi Selatan ternyata hanya mengatasnamakan Pokja Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

Admin CV Yogi Pratama, Rainal sebagai pihak kontraktor yang mengaku dimintai sejumlah uang oleh oknum yang tak dikenal, mengatakan, belakangan baru ia tahu, pihak yang meminta fee bukan dari pihak Pokja.

“Dia orang luar, Laki-laki. Bukan pegawai. Karena waktu ketemu di kantin (kantin Pemprov Sulsel) dia pakai baju kaos,” katanya ketika datang di Kantor Gubernur bertemu dengan pihak Majelis Pertimbangan Etik, Selasa, (13/7/2021).

Ia menjelaskan, sebelum tahap verifikasi dan atau klarifikasi ia sempat dimintai fee sebesar 6 persen. Kemudian setelahnya ia kembali dimintai 2 persen.

Untungnya waktu itu kata dia, pihak perusahaan tidak memberikan sepeserpun uang kepada oknum tersebut.

Ia baru mengetahui, oknum tersebut bukan dari pihak Pokja setelah ia diingatkan secara langsung oleh pihak Pokja bahwa tidak ada sistem pungutan fee dalam proses tender proyek.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Andi Bakti Haruni, menyebutkan, stafnya berusaha menyosialisasikan ke setiap kontraktor, tidak ada pungutan fee dalam tender proyek.

“Setiap verifikasi, dia (staf PBJ) katakan, pak jangan percaya kepada orang-orang yang mengatasnamakan Pokja yang meminta uang. Dia mulai menyosialisaikan,” jelasnya.

Lanjut ia menegaskan, ia selalu tekankan kepada Pokja untuk tidak bermain dengan kontraktor.

“Jadi pokjanya yang melapor ke saya, ada kontraktor yang dimintaki uang. Tender kan memang kita lakukan secara terbuka,” ujarnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman telah berkomitmen untuk memperbaiki sistem tender proyek di lingkup Pemprov.

Ia menyebutkan, akan membuat sistem tender lebih transparan. Selain itu, Sudirman juga menekankan, tim pokja yang dibentuk secara acak dan sifatnya tidak permanen.

Sekadar diketahui, lelang proyek yang diikuti oleh CV Yogi Pratama adalah pengerjaan proyek di SMKN 3 dan SMKN 7 yang ada di Luwu Utara serta SMAN 3 di Luwu Timur.

Namun, akhirnya yang ia menangkan adalah proyek yang ada di Luwu Utara. (selfi/fajar)

Bagikan berita ini:
9
1
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar