Cara Kerja Tim Detektor Diubah, Tak Boleh Kontak Fisik hingga Pemeriksaan di Luar Rumah

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Pemerintah Kota Makassar akhirnya mengevaluasi tim detektor yang diturunkan memeriksa status kesehatan masyarakat.

Evaluasi ini tidak lepas dari banyaknya kritikan dan masukan yang digaungkan masyarakat. Tim detektor dinilai banyak melanggar Prokes. Mulai dari melepas masker hingga menimbulkan kerumunan.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto menilai setiap program memang perlu adanya evaluasi. Begitupun dengan tim detektor. Sehingga bisa bekerja lebih baik kedepannya.

Segala masukan dan kritikan dari masyarakat ditampung dan dijadikan bahan evaluasi untuk bekerja lebih baik hari selanjutnya.

Salah satu yang menjadi bahan evaluasi ini adalah Alat Pelindung Diri (APD) yang terdiri dari baju hazmat dan handscoon. Danny mengaku kembali memperagakan alkohol untuk disemprot ke badan setiap kali selesai mengunjungi masyarakat.

"Dengan segala kekurangan, APD cuma satu. Ini APD yang licin. Makanya saya bilang kita dua hari turun satu hari cuci APD. Kita manajemen itukan dari kritikan. Misalnya alatnya tidak steril makanya saya belikan alkohol 70 persen. Semprot. Selesai,"ucapnya, Selasa (13/7/2021).

Jika selama ini masyarakat menolak diperiksa di dalam rumah. Tim detektor kini hanya akan memeriksa di luar rumah. Selain sentuhan fisik juga diminimalisir.

"Kenapa sentuh orang, janganki sentuh orang. Kenapa di dalam rumah, yah di luar rumah, begitu tidak adaji masalah,"kata Danny.

Sebelumnya, tim detektor menuai banyak sorotan. Ahli Epidemiologi Unhas Prof Ridwan Aminuddin mengatakan, hal ini mengindikasikan kurangnya kompetensi orang-orang yang ditunjuk tersebut.

Dia mengatakan, hal ini cukup beresiko sehingga secepatnya pemerintah perlu membenahi hal tersebut.

"Foto-foto (yang menyebar di Sosmed) itu kan, menggambarkan situasi yang kurang bagus," katanya.

Dirinya menjelaskan, jika petugas yang kurang paham prokes dengan baik sehingga itu bisa merugikan orang lain.

Ridwan mengaku salah satu upaya pengendalian wabah adalah deteksi dini, dan menurutnya program tersebut sangat baik, hanya saja pelaksanaan di lapangan juga harus dibarengi dengan realisasi yang baik.

Seperti perlunya SDM yang kompeten, di mana mereka harus benar-benar orang dengan pemahaman pengendalian wabah yang baik.

Detektor kata dia, semestinya menjadi contoh kongkret bagi masyarakat, sikap-sikap yang mengindikasikan kurang patuhnya mereka kepada prokes justru akan menurunkan kredibilitas pemerintah sendiri.

"Sebagai satu upaya pengendalian wabah adalah deteksi dini. Program itu baik dengan catatan pelaksanaan di lapangan dikelola dengan baik pula. Tim yang paham tugas dan aturan investigasi wabah, sehingga tidak membahayakan diri dan orang lain," ujarnya.(ikbal/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan