Kontraktor Mengaku Dimintai Fee oleh Oknum Pokja, Begini Respons Pemprov Sulsel

Selasa, 13 Juli 2021 12:04

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Salah seorang kontraktor mengaku dimintaki sejumlah fee oleh oknum untuk memenangkan proyek tender di lingkup pemerintah provinsi Sulawesi Selatan.

Menanggapi hal itu, Majelis Pertimbangan Etik melakukan pertemuan dengan pihak kontraktor di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, (13/7/2022).

Pertemuan tersebut untuk mencari titik terang dari laporan yang telah diterima.

Anggota Majelis Etik, Andi Bakti Haruni mengatakan, ia mendapatkan laporan dari stafnya bahwa ada kontraktor yang melapor dimintai untuk dimenangkan.

Bakti menyebutkan, pihak staf yang mendapatkan laporan langsung dari kontraktor tersebut, juga sudah menekankan tidak ada istilah pemberian fee dalam proses lelang proyek.

“Dia jelaskan bahwa dia dimintai uang sebelum penetapan pemenang. Tetapi staf ini menjelaskan bahwa jangan ki hiraukan ki. Karena sekarang kita lakukan pembenahan. Tidak ada mi lagi istilah-istilah begitu. Kita di biro, pimpinan. Semua menekankan bahwa tender itu harus berjalan fair,” katanya, kepada Fajar.co.id, Selasa, (13/7/202).

Oleh karena itu kata dia, pihak Majelis Pertimbangan Etik sementara menelusuri kebenaran laporan yang ada.

“Saya juga masih tetap penasaran. Kami ingin menelusuri. Apa ini benar atau tidak karena selama ini kan juga berkembang di luar, ada hal-hal yang seperti itu tetapi tidak pernah ada yang berani memberitahu kami. Atau tidak pernah ada yang memberikan kami nomor kontak atau mempertemukan dengan orang yang merasa dimintaki itu. Ini baru kali ini kami ingin ketemu,” imbuhnya.

Bagikan berita ini:
5
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar