Manuver Senyap Polisi Mengejutkan, Ada Ruko Digerebek, Ini yang Ditemukan…

Selasa, 13 Juli 2021 15:24

Ilustrasi polisi. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tim dari Unit Kriminal Khusus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap sebuah gudang yang diduga menimbun obat-obatan yang biasa dikonsumsi pasien Covid-19, di Jalan Peta Barat Ruko Peta Barat Indah III Blok C Nomor 8, Kompleks Pergudangan Kalideres, Jakarta Barat pada Senin (12/7/2021) kemarin.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo mengatakan gudang tersebut berupa sebuah ruko yang digeledah karena ada dugaan terjadi penimbunan obat-obatan.

“Kami berada di salah satu ruko di mana terindikasi, kami melihat beberapa fakta yang kami temukan dari hasil penyelidikan, ada indikasi penimbunan (obat),” ujar Kombes Ady dalam keterangannya.

Dia menduga obat-obatan ditimbun agar harganya naik hingga melebihi harga eceran tertinggi (HET) saat masa pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dalam Keputusan Menteri Nomor HK.01.07/ MENKES/ 4826/ 2021.

“Kami melihat di sini bahwa fakta-fakta yang ditemukan di lapangan ada upaya untuk menaikkan harga dari harga eceran tertinggi,” ujar Ady.

Sementara, dalam penggerebakan itu ditemukan ribuan dus jenis obat Azithromycin 500 miligram (mg) sebanyak 730 boks yang harga awalnya Rp 1.700 per tablet diduga akan dinaikkan menjadi Rp 3.350 per tablet.

Selain Azithromycin 500 mg, masih ada lagi obat-obatan pendukung ditimbun dalam gudang milik PT. ASA, di antaranya Paracetamol, dan obat lainnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono menambahkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi, diantaranya yakni YP (58) sebagai Direktur, MA (32) sebagai Apoteker, dan E (47) tahun, sebagai kepala gudang.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, obat-obatan itu rencananya akan disebar ke berbagai wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), serta kota-kota lain di Pulau Jawa.

“Ini rencana disebar ke wilayah Jabodetabek, namun karena ada indikasi penimbunan, ya, kami akan usut. Agar obat ini bisa sampai ke warga yang membutuhkan,” imbuh Joko.

Bagikan berita ini:
9
9
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar