Perusahaan di Sulsel Siap Vaksinasi Gotong Royong

Selasa, 13 Juli 2021 13:36

Ilustrasi Vaksinasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pandemi di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Percepatan vaksinasi, salah satu solusi. Dari kalangan industri, sudah ada 75 perusahaan siap menggelar vaksinasi gotong royong.

Wakil Ketua Umum Bidang Industri Kesehatan Kadin Sulsel, Syafruddin Mualla berharap vaksinasi gotong royong bisa segera dilakukan. Sudah ada 75 perusahaan yang siap. Bahkan sudah menuntaskan segala persyaratannya ke PT Bio Farma pusat. Tinggal menunggu vaksinnya tiba.

“Target kita, pekan keempat bulan ini sudah dilakukan di Sulsel. Karena kami sadar vaksinasi ini sangat penting. Jadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi bagi para pengusaha dan pekerja,” tambahnya.

Syafruddin mengatakan, kendali pelaksanaan vaksinasi sebetulnya ada di Bio Farma. Baik untuk persoalan distribusi dan impornya. Pihaknya hanya tinggal menunggu kepastian kapan pelaksanaannya di faskes swasta.

Saat ini, vaksinasi memang difokuskan di wilayah Jabodetabek yang merupakan zona hitam. Selain itu, kantor pusat perusahaan memang berada di wilayah itu. “Sekitar 30 persen vaksin sisanya baru akan didistribusi ke daerah lain. Sekarang masih terpusat di sana,” bebernya.

Akan tetapi, dia mengakui sudah ada 10 perusahaan yang telah melakukan vaksinasi gotong royong di Sulsel. Tetapi perusahaan tersebut kantor pusatnya berada di Jakarta, meski dilakukan di Sulsel. “Mereka punya homebase di Sulsel tetapi kantor pusat di Jakarta,” jelasnya.

Penyebaran Covid-19 di Tanah Air kian mengkhawatirkan. Sulsel mesti bersiap agar dampaknya bisa dicegah.Kasus kematian harian di Indonesia pada Senin, 12 Juli mencapai 891 korban meninggal. Masih sangat tinggi, meski relatif lebih rendah dari sehari sebelumnya yang mencapai 1.007 jiwa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammadong mengatakan, tingginya angka kematian nasional menjadi perhatian bagi Sulsel. Terpenting adalah memperketat perbatasan dengan wajib tes PCR dan vaksin Covid-19 bagi warga yang datang dari provinsi lain.

“Kita bersyukur belum ada varian baru itu di Sulsel. Tidak seperti yang booming di Jawa dan Bali. Tetapi tetap kita mesti waspada,” kata Muhammadong, Senin, 12 Juli.

Di Sulsel, angka kematian naik enam orang pada Senin, 12 Juli. Total kematian akibat Covid-19 di Sulsel mencapai 1.039 jiwa.

“Tidak ada jalan lain kecuali kita masifkan upaya vaksinasi agar bisa mencapai target. Kemudian protokol kesehatan diperketat dan paling mendasar adalah masyarakat secara mandiri melakukan protokol kesehatan dengan disiplin,” paparnya.

Upaya tersebut, lanjut Muhammadong, didorong dengan membuka kesempatan vaksin gotong royong individu bagi masyarakat yang mampu. Selain dari vaksin gratis yang disediakan pemerintah.

Meskipun saat ini memang vaksin gotong royong mandiri telah resmi ditunda. Belum jelas sampai kapan penundaan vaksin berbayar ini akan dilakukan.

“Dengan vaksin gotong royong bisa mempercepat proses vaksinasi. Jadi misalnya ada masyarakat asing (luar negeri) yang hendak vaksin tetapi tidak memiliki KTP atau NIK, mereka bisa menggunakan jalur vaksinasi gotong royong ini,” bebernya.

Sementara itu, vaksin gotong royong industri juga masih menunggu kepastian Bio Farma. Sampai saat ini vaksin Sinopharm yang akan digunakan belum tersedia di Makassar. (ful-tam/rif-ham)

Bagikan berita ini:
10
1
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar