Tagihan Perawatan Pasien Covid-19 di Makassar Tembus Rp1,7 T

Selasa, 13 Juli 2021 13:42

Ilustrasi situasi ruang perawatan pasien Covid-19 di Wisma Atlet, Jakarta. (Hafidz Mubarak/Pool/AFP)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR – Covid-19 menggerogoti keuangan negara. Untuk pasien di Makassar saja, biayanya telah mencapai Rp1,7 triliun.

SALAH satu yang merawat pasien Covid-19 adalah Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi. Sebagai RS milik provinsi, pendanaan penanganan pasien dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Ketua Tim Klaim Perawatn Pasien Covid-19 RSKD Dadi dr Irma Santy mengaku kurun 2020-2021, tagihan yang belum terbayarkan oleh Kemenkes masih ada Rp14 miliar.

Saat ini, RSKD masih menunggu hasil review dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Jika beres, barulah tunggakan itu disalurkan oleh Kemenkes.

“Kemarin (tahun lalu) itu kan kita punya anggaran yang belum dibayarkan, mulai Juni-Agustus 2020. Tetapi pada Agustus sudah keluar reviewnya BPKP dan sudah dibanyarkan Minggu lalu,” kata Irma, Senin, 12 Juli.

Saat ini, pihaknya sementara menunggu review untuk September-Desember 2020. Dalam proses pencarian ini, kendala yang dihadapi berkaitan perawatan pasien bulan berikutnya.

Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSKD Dadi Aruddini menuturkan dalam menunjang pelayanan pasien Covid-19, pihaknya masih menggunakan anggaran dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Dadi.

Aruddini tak menampik jika ada problem dari pendanaan anggaran perawatan pasien Covid-19 yang belum tersalurkan. Bukan hanya tahun ini, tetapi juga tahun sebelumnya.

“Dalam anggaran penanganan pasien, tentu ada suatu problem. Sehingga mau tidak mau kami harus tanggulangi. Apalagi, proses keuangannya membutuhkan proses administrasi,” ucapnya.

Bagikan berita ini:
5
3
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar