Terdesak Kebutuhan? Ini 6 Tips Ajukan Pinjaman Online yang Aman dan Cepat Cair

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID -- Berkat kemajuan teknologi internet yang begitu pesat, kini hampir semua aktivitas manusia terasa jauh lebih dimudahkan. Salah satu contohnya adalah semakin banyak dan praktisnya transaksi keuangan berbasis digital yang mampu memudahkan masyarakat dalam mendapatkan solusi untuk mengatasi berbagai masalah keuangan.

Dahulu, masyarakat hanya memiliki satu pilihan untuk mendapatkan bantuan dana tunai, yakni melalui pengajuan pinjaman pada bank atau koperasi. Sayangnya, karena syarat pengajuannya yang tergolong ribet dan sukar, seperti, wajib memberikan aset berharga sebagai jaminan, pinjaman konvensional tak mampu diakses oleh sebagian orang.

Untungnya, akibat perkembangan teknologi internet, dewasa ini semua orang bisa dengan mudah mendapatkan bantuan finansial untuk memenuhi kebutuhan apapun melalui pinjaman online.

Meskipun banyak perusahaan fintech yang menawarkan pinjaman uang online tanpa jaminan dan syarat, nyatanya layanan pinjaman online tetap harus diajukan dengan memenuhi sejumlah syarat yang ringan. Seluruh proses pengajuan pun dilakukan secara daring dan dana pinjaman dapat dicairkan dalam hitungan jam saja asal seluruh syarat dan dokumen persyaratan berhasil dipenuhi.

Akan tetapi, memilih fintech atau layanan pinjaman online tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Sebab, perusahaan fintech ilegal dan tak terdaftar OJK sangat banyak bertebaran di dunia maya dan siap menerkam siapa saja yang lengah. Oleh karena itu, agar tak dirugikan layanan pinjaman online palsu dan bisa mendapatkan layanan yang terbaik, simak 6 tips mengajukan pinjaman online yang aman dan cepat cair.

  1. Pastikan Seluruh Dokumen dan Berkas yang Dilampirkan Asli dan Lengkap

Seperti layaknya pinjaman dana KTA, agar bisa mengajukan pinjaman online, Anda hanya perlu melampirkan beberapa dokumen pribadi saja, seperti, KTP, NPWP, dan slip gaji. Karena berlangsung secara online, pemberian dokumen pribadi tersebut dilakukan dengan cara mengunggahnya sebagai soft file berupa foto yang terlihat jelas dan tidak blur.

Di sisi lain, calon nasabah juga perlu memastikan bahwa dokumen yang dilampirkan tersebut sesuai dengan informasi yang ditulis pada formulir pengajuan. Jika tidak, sudah pasti pengajuan pinjaman online akan ditolak.

  1. Menjaga Skor Kredit Senantiasa Positif

Walaupun tak seketat pengajuan pinjaman di bank, beberapa layanan pinjaman online juga menjadikan skor kredit positif sebagai salah satu syarat pengajuannya. Hal ini dikarenakan skor kredit tersebut menggambarkan kemampuan dan kedisiplinan nasabah dalam melunasi utang atau kredit.

Jika skornya positif, pihak pemberi pinjaman tentu akan merasa lebih yakin jika aktivitas kredit tersebut nantinya bisa dilunasi. Sebaliknya, jika skor kredit nasabah terbilang rendah, apalagi masih ada beban cicilan yang menunggak atau macet, kecil kemungkinan pengajuan pinjaman online akan disetujui.

  1. Penuhi Syarat Menjadi Nasabah Pinjaman Online

Mudahnya proses pengajuan pinjaman online bukan berarti layanan tersebut tak memiliki syarat pengajuan sama sekali. Beberapa syarat yang umum diberlakukan oleh penyedia layanan pinjaman online adalah terdaftar sebagai WNI, berada di rentang usia 21 tahun sampai 55 tahun, memiliki bukti identitas asli, seperti, KTP atau SIM, dan mempunyai penghasilan atau pekerjaan tetap dengan nominal tertentu.

  1. Cek Apakah Domisili Anda Berada di Area Layanan

Perlu Anda pahami jika kebanyakan pinjaman online hanya menyediakan layanan pinjaman di area atau domisili tertentu saja. Sebagai contoh, beberapa fintech mungkin hanya bisa memberikan pinjaman pada nasabah yang tinggal di sejumlah kota besar di Indonesia saja. Beberapa lainnya mungkin bisa menyediakan kredit online hingga ke kota-kota kecil.

Nah, agar tak terhenti di tengah jalan, pastikan bahwa domisili Anda tinggal berada di dalam wilayah layanan pinjaman online. Kalau tidak, otomatis pengajuan pinjaman online Anda akan ditolak dan dananya tidak bisa dicairkan.

  1. Gunakan Nomor Telepon yang Aktif dan Bisa Dihubungi Kapan Saja

Banyak yang tak menyadari, salah satu cara yang dilakukan oleh pihak pemberi pinjaman online dalam memverifikasi keaslian data calon nasabahnya adalah dengan menghubungi nomor telepon yang tercantum. Melalui panggilan telepon tersebut, pihak pinjaman online akan menanyakan beberapa hal untuk memvalidasi kebenaran data yang dituliskan oleh calon nasabah pada formulir pendaftaran atau berkas yang dilampirkan.

Oleh karena itu, jika ingin pengajuan pinjaman online diterima dan cepat disetujui, pastikan untuk mencantumkan nomor telepon yang aktif dan bisa dihubungi kapan saja. Pasalnya, jika karena suatu alasan Anda tak mampu mengangkat telepon dari pihak pinjaman online, pengajuannya sudah pasti akan ditolak.

  1. Ajukan Pinjaman Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan Bayar

Tips terakhir yang tak kalah pentingnya dalam mengajukan pinjaman online adalah menyesuaikan nominal dana yang bakal dipinjam dengan kebutuhan dan kemampuan bayar. Hal ini penting untuk dilakukan agar terhindar dari risiko mendapatkan beban cicilan yang terlalu berat hingga mengakibatkan kredit macet atau gagal bayar.

Idealnya, beban cicilan dari seluruh utang dan kredit yang dimiliki setiap bulan tak boleh lebih dari 30 persen penghasilan bulanan. Dengan begitu, keuangan tidak akan sampai kewalahan hingga mampu menyebabkan kebutuhan penting lainnya tak terpenuhi.

Utamakan Keamanan dan Kenyamanan dalam Memilih Pinjaman Online

Dalam kondisi terdesak masalah keuangan, kebanyakan orang mungkin akan merasa panik dan tak berpikir dua kali saat mengajukan pinjaman online. Hal inilah yang sering kali membuat seseorang akhirnya terjebak pada layanan ilegal. Agar hal tersebut tak terjadi, tetap utamakan keamanan dan kenyamanan saat memilih layanan pinjaman online dengan mengikuti tips-tips di atas. (*)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan