Tim Detektor Terstigma Negatif, Banyak Warga Menolak

  • Bagikan

Saturasi oksigen yang rendah bisa memicu hipoksemia, yaitu kondisi di mana tubuh tidak dapat mengirim oksigen ke semua sel, jaringan, dan organ. Sehingga memicu, sesak napas, sakit kepala, kegelisahan, pusing, pernapasan cepat, nyeri dada, kebingungan, tekanan darah tinggi, perasaan euforia, dan detak jantung cepat.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengatakan, kondisi itu sangat mengkhawatirkan di masa pandemi Covid-19 ini.

"Jumlah itu tinggi sekali, konfirmasi dokter ada potensi orang bisa mati tiba-tiba. Ini tidak didapatkan kalau tidak ada detektor," kata Danny disela-sela rapat evaluasi, Senin, 12 Juli

Bahkan, dari tim detektor juga didapatkan masyarakat ada yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat selcius. Jumlahnya sebanyak 628 orang. Dari hal ini, klaim Danny, pentingnya penanganan Covid-19 di Makassar berbasis pada data. Detektor salah satu langkahnya.

Sorotan terhadap pakaian tim detektor, menurut Danny, APD yang digunakan tim sudah dipersiapkan disinfektan. Itu setiap selesai menemui orang disemprotkan. Sementara alat, telah dipersiapkan alkohol untuk menyemprotnya.

Untuk evaluasi pelayanan, tim tidak boleh mensentuh orang. Sementara untuk pelayanan dilakukan di luar rumah Dan tempat terbuka. “Tetapi, yang menjadi waspada Happy Hypoxia karena rendahnya saturasi oksigen itu,” beber Danny.

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati juga berharap semua pihak bekerja sama untuk memeriksakan dirinya. Sebab, SOP yang dijalankan tim sudah sesuai standar nasional yang diharapkan pemerintah pusat. “Jadi tolong mari bekerja bersama,” terang Fatma

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan