Ini Fasilitas Tempat Isolasi Apung Pasien Covid yang Digagas Pemkot Makassar

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kapal empat isolasi pasien Covid 19 milik Pemkot Makassar sudah tiba di Pelabuhan Makassar. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto sudah mengecek fisiknya. Kapal Pelni tersebut bisa menampung hingga 2.000 penumpang. Namun, dikarenakan ada pembatasan, kapasitasnya dikurangi jadi 1.400 orang saja.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni, O.M Sodikin mengatakan, kapal tersebut merupakan kelas ekonomi. Fasilitas di dalamnya cukup lengkap. Serta memiliki sembilan geladak.

"Kalau ini untuk transportasi, di sini ada tempat tidur, ada fasilitas untuk mandi cuci kakus (mck) karena itu aturan WHO, jadi kapal ini berlayar lebih satu hari, berarti ada tempat tidur, mck, dan tempat makan. Itu aturannya,"ungkapnya, Rabu (14/7/2021).

Sodikin menuturkan hingga kini belum ada kesepakatan untuk sewa kapal tersebut. Masih dibicarakan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT Pelni, dan Pemkot Makassar. 

"Masih diproses, biayanya melibatkan perhubungan, ada kami, Pemda,"jelasnya. 

Sementara, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto mengatakan, jika pihaknya terlebih dulu akan berunding dengan PT Pelni, terkait teknisnya.

"Kami akan berunding dengan direktur Pelni, kita finalisasi. Persiapan kira-kira sudah sekitar 60 persen lah," kata Danny.
Danny mengatakan, saat ini masih ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, sebelum kapal pelni tersebut bisa dioperasikan.

"Kemudian ventilasinya, dengan sistem hepa, walaupun kemarin tim ahli bilang tidak perlu hepa, tapi saya bilang jangan, nanti ada yang sakit di situ, mereka bilang gara gara udaranya lagi. Ini sekarangkan fitna lebih kejam dari pada virus, kira-kira begitu," terangnya.

Adapun kriteria pasien covid yang berhak di isolasi apung yakni pasien yang memiliki gejala ringan dan sedang. Sementara yang berat akan tetap di rawat di Rumah Sakit (RS). Langkah ini diambil Danny untuk meringankan beban rumah sakit yang menangani covid di Makassar. 

“Rumah sakit jangan penuh karena orang bergejela ringan saja padahal orang bergejala berat dan sedang tidak terlayani karena dipenuhi dengan bergejala ringan apalagi OTG," katanya

"Ini kita akan pisahkan jadi ringan dan OTG jangan di rumah sakit tinggal disini saja sedangkan yang gejala berat biar di rumah sakit,” tutupnya. (ikbal/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan