Kejagung Usut Dugaan Kredit Macet Rp4,7 Triliun di LPEI

Rabu, 14 Juli 2021 07:34

Ilustrasi kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) (dok JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kejaksaan Agung tengah mengusut dugaan kredit macet di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank terhadap 9 perusahaan. Nilai kerugiannya akibat dugaan korupsi kredit macet tersebut mencaai Rp4,7 triliun.

Ada sembilan perusahaan yang menerima kredit dari LPEI dan kemudian macet. Perusahan tersebut, yaitu Group Walet, Group Johan Darsono, Duniatex Group, Group Bara Jaya Utama, Group Arkha, PT Cipta Srigati Lestari, PT Lautan Harmoni Sejahtera dan PT Kemilau Harapan Prima serta PT Kemilau Kemas Timur.

Menanggapi itu, Corporate Secretary LPEI, Agus Windiarto mengatakan pihaknya akan mengikuti proses hukum yang tengah dilakukan oleh Kejagung. Disebutkannya, proses penyidikan terkait atas kredit yang diberikan LPEI pada periode 2014- 2018.

“Kami akan mengikuti proses sesuai ketentuan yang berlaku dan akan bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung sebagai bentuk tanggung jawab LPEI dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance,” katanya dalam keterangannya yang diterima, Selasa (13/7) malam.

Ditegaskannya, bahwa LPEI akan berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kapasitas usaha. Tujuannya untuk mendukung sektor berorientasi ekspor sesuai dengan mandat.

“Kami menghargai perhatian dan dukungan media kepada LPEI dalam menjalankan mandatnya dan membantu pemulihan ekonomi nasional,” katanya

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan pihaknya tengah usut kredit macet LPEI kepada 9 perusahaan.

Bagikan berita ini:
3
4
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar