Keluarga Korban Pembunuhan Kian Beringas, Rumah Pelaku Terancam Dibongkar Paksa

Rabu, 14 Juli 2021 21:42

IST

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Keluarga korban pembunuhan yang dilatari persoalan pencurian jagung tampaknya masih belum tenang, meski kasus ini tengah ditangani oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar.

Mereka belum menerima anggota keluarganya, Daeng Jalling tewas dengan cara ditebas parang karena menuduh pelaku Aco telah mencuri jagung miliknya, hingga keduanya berkelahi dan Jalling tewas.

Sadisnya lagi, jasad korban Jalling dibuang oleh pelaku Aco di bawah jembatan, di Jalan Tamangapa Raya, Makassar, pada Selasa (13/7/2021) pukul 03.00 WITA kemarin.

Terkini, puluhan keluarga korban di Jalan Reformasi Tamangapa Raya kembali terprovokasi dengan ajakan untuk membongkar paksa, rumah pelaku di Jalan Tamangapa Raya. Mereka berjalan ke rumah pelaku dengan penuh emosi.

Beruntung, aksinya itu berhasil digagalkan oleh 150 personel aparat kepolisian bersenjata dari Polrestabes Makassar, dan langsung membubarkan ratusan massa dari keluarga korban itu.

“Sekitar 30 orang sempat mendatangi dan ingin merobohkan rumah pelaku. Namun keinginan dan niat pihak keluarga korban dihalangi oleh pihak kepolisian. Sehingga pihak keluarga masih berada di sekitar lokasi,” kata Kapolsek Manggala, Kompol Edhy Supriadi, Rabu (14/7/2021).

Meski telah dibubarkan oleh polisi dengan cara humanis, puluhan keluarga korban tetap berdiri di sekitar lokasi agar kemauannya itu terpenuhi.

Sayang seribu sayang, niatnya itu masih digagalkan oleh polisi yang sudah berjaga 24 jam, sejak peristiwa pertumpahan darah itu terkuak.

“Tripika Kecamatan Manggala melakukan koordinasi dengan keluarga korban, untuk menahan diri dan tidak melakukan perbuatan atau tindakan kekerasan maupun pengrusakan. Kami imbau menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke kepolisian,” terang perwira polisi satu melati ini kepada wartawan.

Sampai dengan malam ini, ratusan aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar beserta jajaran masih berjaga di lokasi. Mereka siaga di jalur tengah antara rumah korban dan pelaku yang cukup dekat.

Diketahui, Aco Daeng Mangung (64) telah membunuh temannya sendiri, Daeng Jalling (41) dengan cara ditebas di sejumlah tubuhnya hingga tewas di ladang persawahan di Kecamatan Manggala, Makassar.

Nahasnya, Aco menyembunyikan jasad Daeng Jalling di sebuah sungai, yang lalu ditutupi dengan puluhan batu gunung hingga nyaris tak terlihat oleh warga.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip, mengatakan, alasan Aco menghabisi nyawa temannya itu karena dituduh telah mencuri jagung milik korban.

“Jagung milik korban Daeng Jalling hilang dan menuduh Aco sebagai pelaku. Aco pun tak terima dan kebetulan dia mabuk usai berpesta miras lalu menganiaya pelaku pakai parang hingga tewas,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Dalam pertarungan dua sekawan itu, korban Daeng Jalling sempat melakukan perlawanan. Namun sayang, dia kalah tenaga.

Apalagi Aco membawa sebilah parang hingga tidak bisa melawan dan tewas bersimbah darah pada saat itu juga.

“Pelaku ini mau menghilangkan jasad Daeng Jalling yang telah tewas, dengan cara ditimbun batu di sungai yang berada di bawah jembatan,” terang perwira Polri tiga melati ini.

Keluarga korban pun mengetahui kejadian itu dan melapor ke polisi. Tanpa menunggu waktu lama, pelaku Aco ditangkap tak jauh dari lokasi kejadian.

Dari situ, pelaku Aco diinterogasi dan diminta untuk menunjukkan jasad korban di bawah sungai tersebut. Setelah itu, Tim Dokpol Polda Sulsel mengevakuasi mayat korban. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
8
9
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar