Tok! Pengadilan Tinggi Legalkan Ganja untuk Senang-senang

Rabu, 14 Juli 2021 16:48

FAJAR.CO.ID, MEKSIKO — Polemik terkait legalisasi ganja sejak dulu memang sudah menjadi bahasan menarik banyak kalangan.

Merunut lansiran dw.com, ganja akan segera dilegalkan di Meksiko, negara yang terkenal dengan gembong kartel tersebut.

Mahkamah Agung (MA) Meksiko pada akhir Juni lalu memutuskan larangan penggunaan ganja untuk kebutuhan rekreasi tidak konstitusional.

Sebelumnya, Meksiko juga sudah melegalkan ganja medis sejak 2017.

Larangan tersebut sebelumnya ada dalam RUU kesehatan umum di negara itu.

“Putusan itu adalah hari bersejarah bagi kebebasan,” ujar Arturo Zaldivar, Ketua Pengadilan yang berusia 61 tahun tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa keputusan itu disetujui oleh 8 dari 11 hakim di pengadilan.

Dengan adanya putusan MA tersebut, warga Meksiko yang ingin merokok ganja untuk menghibur diri atau rekreasi.

Pengadilan juga membolehkan warga menanam ganja di sejumlah pot tanaman untuk kebutuhan pribadi dengan mengajukan izin ke pemerintah.

Pengguna ganja diharuskan sudah dewasa dan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas berisiko seperti mengemudi ketika berada di bawah pengaruh ganja.

Penggunaan ganja di depan anak-anak juga dilarang. Meski begitu, penjualan ganja tetap ilegal.

Dan kepemilikan lebih dari 5 gram ganja (sekitar 3/16 ons) juga masih dapat dijerat hukum.

RUU legalisasi ganja terhenti di parlemen Putusan MA tersebut muncul setelah pembahasan RUU yang mengatur pelegalan ganja ini terhenti di Parlemen bikameral Meksiko.

MA sebelumnya memberi waktu kepada kongres hingga 30 April tahun ini untuk meloloskan RUU.

Namun, senat yang merupakan majelis tinggi kongres gagal mengesahkan RUU tersebut dan menyatakan menunda keputusan terakhirnya hingga September mendatang.

Sebelum sampai ke Senat, RUU sebelumnya telah disahkan oleh majelis rendah pada Maret.

Namun, yang menjadi sorotan bagi warga Mexico, dalam putusannya, MA lantas meminta kongres untuk mempercepat pembahasan RUU tersebut.

RUU ini nantinya menciptakan sistem perizinan bukan hanya untuk membeli dan menjual ganja, tetapi juga untuk penanaman, pengangkutan dan ekspor ganja.

Bagi yang pro, RUU ini diyakini akan mengurangi kekerasan terkait narkoba.

Sementara yang kontra meyakini bahwa RUU hanya akan menguntungkan perusahaan multinasional besar.

Selain itu, beberapa warga Meksiko juga menentang legalisasi ganja karena alasan agama.

Bilamana Meksiko benar-benar meloloskan RUU tersebut, Meksiko akan menjadi negara pasar ganja terbesar ketiga di dunia setelah Uruguay dan Kanada, Fantastis! (jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
2
7
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar