Pemerintah Impor Obat-obatan Covid-19 dari China, India, Bangladesh dan Mesir

Kamis, 15 Juli 2021 14:42

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan. (Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (A...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, bahwa pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah melakukan impor obat-obatan Covid-19.

“Saat ini obat-obatan impor itu diterbangkan pesawat charter ke beberapa negara seperti China, India, Bangladesh, dan Mesir,” kata Luhut, dalam konprensi pers daring, Kamis (15/7/2021).

Luhut menyebut, ada empat jenis obat yang sedang diimpor, yakni Remdisivir, Favipiravir, Interleukin-6 Tozillizumab 39.000 vials, dan Intravenous immune globulin (IVIG).

“Obat-obat tersebut sekarang sedang diterbangkan dari berbagai negara dengan pesawat charter,” ujarnya.

Luhut menjelaskan, kebijakan impor obat tersebut, untuk mengantisipasi kenaikan kasus harian Covid-19 di tanah air yang mencapai 100 ribu.

“Kita tidak berharap sampai 100 ribu, tapi sudah dirancang sampai ke sana,” imbuhnya.

Menurut Luhut, keempat macam obat tersebut harus diimpor mulai dari sekarang. Pasalnya, telah diestimasikan bahwa akan terjadi defisit pada akhir Juli.

“Berdasarkan catatan pemerintah, Favipiravir defisit 12,99 juta dari kebutuhan 19,86 juta, Remdesivir diperkirakan defisit 1,62 juta dari kebutuhan 1,95 juta, Tocilizumab defisit 68.156 dari kebutuhan 70.956, dan IVIG defisit 1,34 juta dari kebutuhan 1,41 juta,” paparnya.

Sementara terkait pengiriman obat gratis untuk masyarakat terdampak Covid-19 akan mulai digelontorkan mulai hari ini, Kamis (15/7).

“Arahan Presiden Jokowi jelas bahwa masyarakat harus dipastikan mendapat bantuan obat covid-19 agar tidak memburuk hingga menjadi pasien sedang dan berat,” pungkasnya. (fin/fajar)

Bagikan berita ini:
9
4
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar