Penyidikan Terus Bergulir, Kerugian Rp20 M di RS Batua

Kamis, 15 Juli 2021 12:11

Bangunan RS Batua mangkrak. ABE BANDOE/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Salah konstruksi Rumah Sakit (RS) Batua diduga merugikan negara Rp20 miliar lebih. BPK telah mengeluarkan hasil audit investigasi.

Rencananya, penetapan tersangka akan dilakukan Polda Sulsel usai Iduladha. Polda telah menerima laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulsel terkait besaran kerugian negara akibat pembangunan RS yang kini mangkrak itu.

Rektor Universitas Patria Artha, Bastian Lubis, mengatakan kerugian negara ini sangat fatal. Sudah seharusnya pihak yang terkait terjerat UU Tindak Pidana Korupsi dan dihukum bui.

Pihak yang harus diseret adalah mereka yang bersentuhan langsung dengan kasus tersebut, baik itu pelaksana maupun perencana.

“Ini fatal. PPK, konsultan, dan kontraktornya harus dijerat pasal UU Tipikor. Mereka harus dipenjara. Wajib hukumnya,” jelas Bastian Lubis kepada FAJAR, Rabu, 14 Juli.

Kerugian negara tidak hanya disebabkan oleh kerugian konstruksi. Tetapi, harus ditambah lagi dengan biaya pembongkaran bangunan fisik yang sudah berdiri.

“Bangunannya harus dirobohkan. Pasti kerugian negara bertambah, karena kan harus ditambah lagi dengan biaya pembongkaran bangunan,” jelasnya.

Mantan pejabat di diskes sangat besar berpeluang terseret. Terutama dalam kapasitasnya sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) saat masih menjabat.

“Itu hukumnya wajib. Dia sebagai KPA, dan itu, kan, terbukti merugikan negara,” jelasnya.

Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sulsel Kompol Fadli membenarkan telah menerima hasil audit tersebut dari BPK. “Kami sudah terima pada Jumat lalu,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
8
3
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar