Penyidikan Terus Bergulir, Kerugian Rp20 M di RS Batua

  • Bagikan
Bangunan RS Batua mangkrak, Selasa, 8 Desember. ABE BANDOE/FAJAR

Atas hasil itu, pihaknya segera menetapkan tersangka. Setidaknya, pekan depan status tersangka sudah menetapkan. "Yah, pekan depanlah atau paling lambat bulan ini. Mudah-mudahan lancar," jelas Fadli.

Saat ini, pihak penyidik tengah mempelajari hasil audit tersebut untuk kemudian menentukan siapa dan berapa jumlah tersangka. Fadli sendiri memastikan bakal ada tersangka yang terseret dalam kasus ini.

Sebelumnya, Fadli juga mengatakan bahwa jumlah tersangka tidak hanya satu orang saja. Tetapi, bisa menyeret lima nama bahkan lebih dari itu.

Humas BPK Sulsel Wira Alamsyah mengatakan pihaknya sudah melakukan semua rangkaian audit kerugian. Jumlahnya sudah diserahkan ke Polda pekan lalu untuk ditindaklanjuti.

Laporan hasil kerugian ini keluar setelah pihak BPK menyelesaikan audit sejak Desember 2020. Proses penyelesaiannya memakan waktu lebih dari enam bulan.

Akan tetapi, terkait besaran kerugian negara yang ditimbulkan kasus tersebut, Wira sendiri enggan membeberkan nominalnya. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Polda untuk menyampaikan rincian kerugian dimaksud.

"Kita cuma menyerahkan hasilnya. Yang jelas ada kerugian negara," bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Fadli mengatakan, angka kerugian negara dari RS Batua sendiri mencapai Rp20 miliar lebih.

Sementara Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulsel (Laksus), Muhammad Ansar mengatakan kinerja Ditreskrimsus Polda Sulsel patut diapresiasi karena telah serius menangani kasus ini.

Ansar pun berharap, Polda Sulsel bisa menetapkan tersangka dengan segera. Sebab, kasus ini sudah jelas menimbulkan kerugian besar untuk negaranya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan