Plt Gubernur Sulsel Paparkan Inovasi GESIT-19 di Hadapan Tim Panelis KIPP Kemenpan RB Tahun 2021

  • Bagikan

Sementara, Kepala Dinas PM-PTSP Sulsel, Jayadi Nas, mengatakan, PTSP merupakan garda terdepan atau etalase pelayanan pemerintahan. Sehingga, pihaknya berupaya menjawab apa yang menjadi keluhan atau kegelisahan masyarakat nelayan, dengan menciptakan inovasi GESIT-19.

"Ada kecenderungan pemahaman umum bahwa sesuatu urusan ditarik dari kabupaten ke provinsi atau ke pusat, itu pasti mengganggu proses pelayanan. Nah ini kami jawab, bahwa tidak selamanya seperti itu. Buktinya, kewenangan perijinan perikanan dan kelautan di provinsi, tapi pelayanan justru kami tempatkan dimana komunitas para nelayan itu beraktifitas," jelasnya.

Ia mencontohkan, gerai GESIT-19 yang ditempatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lappa Sinjai dan Pangkep. Kemudian dalam waktu dekat akan dibuka di Palopo, Selayar, Bone, Takalar, juga di Paotere, Kota Makassar.

"Di Paotere itu, berdasarkan laporan dinasnya, ada 12 ribu nelayan. Mereka biasa datang ke kantor urus ijin, sekarang kita dekatkan pelayanannya," ujarnya.

Menurut Jayadi, dengan mendekatkan pelayanan perijinan, akan memangkas biaya operasional yang dikeluarkan. Nelayan Sinjai misalnya, saat akan mengurus ijin, sedikitnya membutuhkan biaya operasional Rp 3.750.000. Tapi setelah ada gerai GESIT-19, cukup Rp 50 ribu saja, atau bahkan nol rupiah.

"Paling mendasar adalah membantu para nelayan sadar hukum, karena mengurus ijin tidak sulit lagi. Tempatnya sudah dekat, dan tidak butuh waktu lama, hanya 19 menit," terangnya. (*)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan