Satpol PP Pukul Perempuan Mengaku Hamil, Begini Respons Anggota DPD

Kamis, 15 Juli 2021 14:04

Cekcok antara petugas Satpol PP dan pemilik warkop di Gowa.(Screenshoot)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Anggota Komite I DPD Abdul Rachman Thaha menyayangkan pemukulan yang dilakukan oknum petugas satpol PP saat melakukan operasi PPKM di Kabupaten Gowa, Sulsel.

Abdul Rachman Thaha menyatakan, pemukulan tersebut tidak bisa dibenarkan.

Apalagi kepada warga yang tidak memperlihatkan gelagat melakukan kekerasan.

Petugas sepatutnya tetap mengendalikan diri dan menggunakan pendekatan persuasif.

”Kini kita nantikan kronologi peristiwa dari versi Satpol PP setempat,” ujar Abdul Rachman Thaha.

Menurut dia, peristiwa tersebut bisa jadi merupakan bukti bahwa personel yang berurusan dengan pengendalian Covid-19 merasa capek.

Hampir dua tahun mereka terus-menerus dituntut untuk melakukan penertiban, berarti diharuskan menjadi panutan.

”Tugas sebagai role model bukan tugas ringan karena menuntut pengembannya menutupi atau bahkan mengabaikan sisi kemanusiaan mereka sendiri,” tutur Abdul Rachman Thaha.

Sebagai bagian dari masyarakat, lanjut dia, petugas pun bisa mengalami konflik batin.

Sebab, satu sisi, mereka sadar ada tugas yang harus mereka jalankan.

Bagikan berita ini:
5
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar