Warga Soroti Isolasi Apung, Wali Kota: Fitnah Lebih Kejam daripada Virus

Kamis, 15 Juli 2021 21:31

Wali Kota dan Wakilnya saat melihat langsung kondisi kapal. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Keputusan Pemerintah Kota Makassar menjadikan kapal Pelni sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 banyak disorot masyarakat.

Mereka menganggap isolasi di atas kapal bisa menimbulkan mabuk laut. Alih-alih sembuh dari Covid-19 hal itu berpotensi menambah beban penderita.

Merespons hal itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan’ Pomanto memastikan kondisi pasien di atas kapal tidak terganggu oleh ombak. Apalagi status kapal tidak berlayar dan stay di tempat.

“Nda, kan di pelabuhan toh. Nanti kapal goyangnya sesuai arus. Tidak terombang ambing,” tegasnya, Kamis (15/7/2021).

Lebih lanjut. pria yang akrab disapa Danny ini mengatakan, pihaknya terlebih dahulu akan berunding dengan PT Pelni, terkait teknisnya.

“Kami akan berunding dengan Direktur Pelni, kita finalisasi. Persiapan kira-kira sudah sekitar 60 persen lah,” kata Danny.

Danny mengatakan, saat ini masih ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, sebelum kapal pelni tersebut bisa dioperasikan.

“Kemudian ventilasinya, dengan sistem hepa, walaupun kemarin tim ahli bilang tidak perlu hepa, tapi saya bilang jangan, nanti ada yang sakit di situ, mereka bilang gara-gara udaranya lagi. Ini sekarangkan fitnah lebih kejam daripada virus, kira-kira begitu,” terangnya.

Adapun kriteria pasien covid yang berhak diisolasi apung yakni pasien yang memiliki gejala ringan dan sedang. Sementara yang berat akan tetap di rawat di Rumah Sakit (RS).

Bagikan berita ini:
10
6
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar