APBN Defisit Rp947 T karena Penanganan Pandemi

  • Bagikan

Selain itu, melalui APBN, pemerintah membangun jaringan irigasi sepanjang 280,8 km. Ada pula jalan baru sepanjang 280,18 km; jembatan 7,66 km; rel kereta api 452,3 km; pemasangan jaringan gas 135.286 sambungan rumah di 23 kabupaten/kota; dan 45 bendungan.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu melanjutkan, dari sisi pendidikan, telah disalurkan bantuan untuk program Indonesia pintar kepada 16,18 juta siswa yang langsung mendapatkan dampak positif dari APBN.

Dalam menghadapi kondisi kegentingan akibat pandemi, kata Ani, pemerintah mengambil kebijakan extraordinary dengan memberikan berbagai stimulus. Berbagai insentif disebar bagi seluruh lapisan masyarakat dan dunia usaha.

Berbagai kebijakan tersebut pada akhirnya berhasil menahan laju kontraksi pertumbuhan ekonomi 2020 menjadi -2,07 persen dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki level moderat terdampak pandemi Covid-19. Sementara itu, tingkat inflasi tercatat hanya 1,68 persen karena pandemi berdampak pada penurunan aktivitas perekonomian dan tingkat permintaan masyarakat.

Di sisi lain, realisasi program penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PCPEN) 2020 mencapai Rp 575,8 triliun. Jumlah itu merupakan 82,83 persen dari alokasi Rp 695,2 triliun. ”Program PCPEN diprioritaskan untuk merespons kondisi kesehatan yang mengalami dampak luar biasa akibat pandemi. Juga untuk memulihkan daya beli masyarakat, membantu dunia usaha, termasuk UMKM,” kata Ani. (jpc)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan