Economist Asia-Pacific S&P Global Ratings Ingatkan Indonesia Segera Bangun dari Keterpurukan Ekonomi

Jumat, 16 Juli 2021 18:52

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Economist Asia-Pacific S&P Global Ratings Vishrut Rana mengingatkan pemerintah Indonesia bahwa kasus penularan Covid-19 yang masih tinggi menyebabkan kinerja fiskal terbebani.

Defisit APBN diperkirakan bisa melebar hingga lebih dari 6 persen terhadap PDB. Jika pemerintah tidak segera bangun dari keterpurukan ekonomi, maka beban fiskal diperkirakan akan semakin parah, termasuk beban utang Indonesia.

“Sebagai akibat dari kondisi ekonomi yang lebih lemah di tengah wabah virus yang parah, kami memperkirakan defisit pemerintah secara umum sebesar 6% dari PDB pada tahun 2021,” ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (16/7).

Proyeksi defisit APBN 6 persen dari PDB tersebut karena pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan hanya akan tumbuh 2,3 persen – 3,4 persen tahun ini. Adapun proyeksi defisit APBN 2021 dari S&P Global Ratings tersebut jauh dari target pemerintah 5,7 persen dari PDB.

“Defisit yang lebih tinggi tahun ini sebagian besar akan menjadi hasil dari pemulihan pendapatan yang lebih lemah dari yang diantisipasi sebelumnya,” kata Vishrut.

Menurutnya, pelebaran defisit APBN 2021 ini akan berdampak signifikan terhadap kerangka fiskal jangka menengah Indonesia, mengingat peringkat utang Indonesia saat ini berada pada level BBB/Negatif/A-2.

Meskipun target pemerintah untuk defisit APBN 2022 mencapai 4,8 persen dan kembali sebesar 3 persen pada 2023 dan seterusnya. Menurut Vishrut target itu akan menjadi tantangan tersendiri untuk bisa tercapai. Karena semua itu tergantung seberapa cepat ekonomi di Indonesia bisa pulih. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
1
10
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar