Kemenhan Alihfungsikan Pusdiklat Jadi RS Darurat Covid-19, Khairul Fahmi Bilang Ini

Jumat, 16 Juli 2021 22:04

Menhan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies ( ISESS), Khairul Fahmi, mengapresiasi langkah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang mengalihfungsikan fasilitas pusat pendidikan dan latihat (Pusdiklat) miliknya menjadi rumah sakit darurat (RSD) penanganan Covid-19.

“Sejak awal pandemi saya sebenarnya sudah menyarankan mobilisasi sumber daya maupun sarana prasarana nasional sebagai solusi dan antisipasi kebutuhan dalam keadaan darurat,” kata Khairul kepada wartawan, Jumat (16/7).

Adapun saat ini, menurut dia, persoalan yang dihadapi dalam penanganan Covid-19 tidak sekadar infrastruktur, tetapi juga tenaga kesehatan (nakes). Karena itu butuh perlu solusi lain, seperti mobilisasi SDM (sumber daya manusia) supaya tenaga kesehatan benar-benar fokus pada penanganan pasien, tidak lagi direpotkan oleh persoalan administratif dan lain-lain.

Kemenhan, lanjut Fahmi, dapat melakukannya dengan memobilisasai komponen pendukung (komduk) pertahanan nasional. Hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Nasional (UU PSDN).

Sementara terpisah, Peneliti Senior Marapi Consulting and Advisory Beni Sukadis juga mengapresiasi langkah Prabowo yang memutuskan untuk mengubah lokasi-lokasi pusdiklat Kemenhan menjadi rumah sakit darurat pasien Covid-19.

“Pembukaan rumah sakit darurat saya pikir bisa membantu kekurangan tempat tidur atau fasilitas kesehatan yang mengalami tekanan akibat melonjaknya penderita Covid-19. Langkah Kemenhan patut diapresiasi dalam hal ini,” kata Beni.

Bagikan berita ini:
2
4
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar