Masifkan Vaksinasi, 18.623 Pelajar di Kota Surabaya Sudah Divaksin

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya mencatat, total pelajar yang sudah divaksin sampai 15 Juli mencapai 18.623 orang. Sedangkan, rekapitulasi cakupan secara keseluruhan vaksinasi di Kota Pahlawan mencapai lebih dari 1,9 juta jiwa.

Kepala Dinkes Kota Surabaya Febria Rachmanita memastikan, bakal terus memasifkan vaksin bagi belajar berusia 12 tahun ke atas hingga masyarakat umum. Ditarget 14.150 pelajar mendapatkan vaksin pada Jumat (16/7). Vaksinasi serentak itu diikuti para pelajar mulai dari kelas VII–IX.

Febria Rachmanita mengatakan, pelaksanaan vaksinasi serentak bagi pelajar diikuti 28 sekolah yang tersebar di Surabaya. ”Kita terus lakukan percepatan ya. Jadi supaya lebih cepat kita lakukan di sekolah masing-masing dengan prokes ketat,” terang Febria Rachmanita.

Untuk vaksinasi pelajar masih dengan dosis pertama. Artinya, pelajar yang disuntik belum pernah mendapatkan vaksin Covid-19 sebelumnya.

Febria Rachmanita memberikan jumlah vaksin sesuai dengan kebutuhan di masing-masing sekolah. ”Kita bagi ya sebisa mungkin merata. Agar pelajar berusia 12–17 tahun semaunya bisa tervaksin,” ungkap Febria Rachmanita.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 58 Surabaya Moh Sulistiyohadi mengatakan, antusias pelaksanaan vaksin dinilai luar biasa. Dia menyebut, pelaksanaan hari pertama, jumlah siswa yang divaksin tersebut mencapai 400 pelajar. Mereka datang silih berganti sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan di masing-masing kelas.

”Hari ini (16/7) pun masih banyak ya, kalau kemarin didominasi pelajar kelas IX. Sekarang kalau dilihat banyak kelas VII. Kalau targetnya hari ini sekitar 336 anak,” kata Moh Sulistiyohadi.

Dia menjelaskan, sebelum divaksin, pihak sekolah telah meminta persetujuan orang tua melalui pengisian formulir online yang sudah disiapkan sekolah. Dari situ hampir seluruh orang tua mengisi formulir persetujuan itu.

”Alhamdulillah kita bisa lihat siswa keluar masuk dari pagi cukup banyak. Tetapi memang ada beberapa yang belum bisa kami vaksin karena ada pelajar yang sedang nunggu hasil swab PCR, itu saja. Selebihnya semua bersedia,” urai Moh Sulistiyohadi.

Roziq Ardiansyah, siswa kelas VII SMP 58 Surabaya, mengaku tidak sakit sama sekali setelah disuntik vaksin. Dia mengajak seluruh teman-temannya tidak perlu takut suntik vaksin. ”Rasanya seperti digigit semut, tidak sakit sama sekali. Ayo vaksin biar sehat teman-temanku,” kata Roziq. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan