Ade Armando Beber Dugaan Main Mata Oknum Pemerintah dan Hotel, Paksa Karantina Mandiri Penumpang dari Luar Negeri

  • Bagikan

Ade Armando pun mempermasalahkan hotel-hotel yang dijadikan lokasi karantina mandiri.

Hampir semua hotel tersebut adalah hotel bintang lima dan bintang empat.

"Jadi kewajiban yang diterapkan di Indonesia sangat patut dicurigai, apalagi hotel-hotel yang ditetapkan pun mayoritas adalah hotel mahal," ungkap Ade Armando.

"Saya memperoleh daftar hotel karantina yang dikeluarkan Perhimpunan Hotel dan Restoran. Ada 26 hotel terdaftar, di hotel bintang limanya ada 11 hotel, bintang empat ada 11, dan hanya empat hotel berbintang 3," sambungnya.

Dia lalu menyebut beberapa lembaga pemerintah yang diduga terlibat dalam kasus ini. Dia menyebut lembaga itu sengaja menjerumuskan orang agar isolasi mandiri di hotel mewah hingga 19 hari.

"Apa yang terjadi ini adalah kejahatan terorganisir. Sayangnya, yang terlibat adalah lembaga pemerintahan, seperti BNPB, Satgas Penanganan COVID-19, atau mungkin juga Kementerian Luar Negeri, dan pengelola hotel-hotel mewah," beber Ade Armando.

Setelah mengeluarkan video tersebut, Ade Armando mengaku dihubungi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Menurut Ade Armando, Kementerian Luar Negeri tidak terlibat dan tidak tahu-menahu soal kasus tersebut.

Senada dengan Kementerian Luar Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga membantah tudingan pemerasan kepada pelaku perjalanan luar negeri yang menjalani karantina wajib di hotel.

BNPB bertindak sebagai regulator dalam proses karantina yang mengeluarkan aturan, bukan sebagai pihak yang melakukan implementasi di lapangan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan