Blusukan di Tengah PPKM Darurat, Andi Arief Sebut Tindakan Jokowi Berbahaya

Sabtu, 17 Juli 2021 07:31

Andi Arief

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Blusukan Presiden Jokowi di DKI Jakarta saat PPKM darurat menuai kritik. Politisi Demokrat Andi Arief menyebut hal itu berbahaya bagi Presiden, pengawal, warga dan media.

Diketahui, Presiden Jokowi blusukan ke permukiman warga di kawasan Sunter Agung, Jakarta Utara (Jakut), Kamis (15/7/2021) kemarin.

Jokowi membagikan sembako dan paket obat untuk pasien COVID-19.

Jokowi mengatakan pembagian sembako ini merupakan tahap awal. Menurutnya, ada ratusan ribu ton beras yang akan dibagikan ke warga.

“Malam hari ini saya berada di kampung Sunter Agung, dalam rangka mengawali pemberian sembako kepada masyarakat yang ini nanti akan diberikan menyeluruh yang sudah kita siapkan 200 ribu ton beras yang akan disalurkan nanti dari Bulog,” ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi membagikan paket obat kepada warga yang terpapar Covid-19.

Ada beberapa paket obat yang disiapkan.

“Saya juga membagikan apa itu paket obat baik yang untuk gejala ringan paket satu dan paket dua gejala sedang dan juga paket ketiganya,” jelasnya.

“Yang pada awal ini kita akan membagikan 300 ribu paket obat itu. Kemudian nanti minggu depan akan diteruskan untuk paket kedua 300 ribu yang berikutnya,” ujar Jokowi.

“Kita harapkan dengan pembagian sembako ini dan juga paket obat-obatan serta vitamin dan suplemen itu masyarakat bisa lebih tenang dalam menghadapi penyebaran pandemi COVID-19,” imbuh Jokowi.

Bagikan berita ini:
7
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar