Jokowi Libatkan BIN Tangani Covid-19, Rocky Gerung Curiga Ada Maksud Lain

Sabtu, 17 Juli 2021 05:41

Rocky Gerung dan Jokowi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Akademisi Rocky Gerung blak-blakan mengkritik Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam mengatasi lonjakan covid-19.

Kritikan mantan dosen filsafat Universitas Indonesia itu diungkapkan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Kamis (15/7).

“Itulah uniknya Indonesia, harusnya (BIN) mengurus bidang-bidang yang esensial dalam soal politik, justru harus diperbantukan untuk menangani Covid-19,” jelas Rocky Gerung dikutip GenPI.co, Jumat (16/7).

Pengamat Politik itu pun dibuat geleng-geleng kepala saat BIN diperintahkan Presiden Jokowi untuk turun ke lapangan mengatasi Covid-19.

“Ini dalam teori politik intelijen, ini namanya kakofoni of power, bermunculan tapi nggak tahu apa yang muncul, nyanyi tapi nggak ada nadanya, asal ngoceh aja,” ungkap Rocky Gerung.

Rocky Gerung menilai, bahwa tidak perlu intelijen negara dilibatkan atau diturunkan, jika pemerintah punya kapasitas tapi dia tidak bisa bikin orkestrasi.

“Itu sama seperti orang naik panggung, knot dari harmony-nya belum keluar, sudah tabuh drum. Jadi kacau, penonton bingung apa yang terjadi,” beber Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung, saat ini bangsa masuk kembali dalam jebakan-jebakan kebijakan.

“Dan mungkin juga intelijen ada tambahan tugas itu selain memantau Covid-19, juga memantau buku putih yang diterbitkan oleh Tim Pencari Fakta kasus Kilometer 50, sudah sampai di mana pdf nya beredar,” ujar Rocky Gerung.

Bagikan berita ini:
7
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar