Tiadakan Salat Iduladha di Masjid dan Lapangan, Wali Kota: Wajib Selamatkan Jiwa Manusia

Sabtu, 17 Juli 2021 23:23

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar resmi meniadakan salat Iduladha di masjid dan lapangan. Diimbau di rumah saja.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, keputusan ini diambil berdasarkan surat edaran (SE) Menteri Agama yang melarang pelaksanaan Iduladha zona berbahaya seperti zona merah dan oranye.

Apalagi saat ini, Kota Makassar masih berstatus zona oranye penyebaran Covid-19. Sehingga masuk daftar daerah yang dilarang.

“Terutama merujuk surat edaran dari Menteri Agama yang melarang penyelenggaraan salat Iduladha di Masjid maupun di lapangan, dianjurkan salat Idul Adha di rumah,” kata Danny, Sabtu (17/7/2021).

“Nah, begitupun dengan surat edaran instruksi Mendagri, begitupun dengan PPKM, kemudian dilengkapi dengan Surat Edaran Gubernur tentang Salat Idul Adha pada zona yang diizinkan, karena kebetulan merah dan oranye,” sambungnya.

Danny mengungkapkan, keputusan ini bukan dari Pemerintah Kota Makassar saja, namun melibatkan organisasi Islam, ulama, dan imam masjid. Termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar.

“Salat Iduladha itu sunah, wajib adalah menyelamatkan jiwa manusia, maka saya bersama Forkopimda berunding dan memutuskan mengikuti secara utuh surat edaran Menteri Agama tentang salat Idul Adha di zona oranye dan zona merah, yaitu salat Id di rumah saja,” tambah Danny.

Selain merujuk surat Menteri Agama, angka COVID-19 di Kota Makassar juga mengalami kenaikan. Meski sebelumnya pada pelaksanaan salat Idulfitri tetap dilakukan di Makassar sebab kasus Covid-19 hanya 12 kasus per hari.

Bagikan berita ini:
2
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar