Anggaran Tersedia Tapi Tak Terpakai, Mendagri Layangkan Teguran ke Pemprov Sulsel

  • Bagikan

Ia mengaku heran, karena anggaran jelas tersedia, namun hingga saat ini realisasi anggaran tidak seberapa.

"Sementara kepala daerah kadang-kadang, kami beberapa kali ke daerah banyak yang tidak tahu posisi saldonya seperti apa. Nah ini kami keluarkan surat resmi," tuturnya.

Dalam hasil monitoring khusus untuk Provinsi Sulsel yang ditampilkan, sisa Bantuan Biaya Operasional Kesehatan (BOKT) tahun anggaran 2020 yang belum terealisasi sebesar Rp1.217.499.942 atau 5,4 persen dari pagu sebesar Rp22.614.090.910.

Sedangkan alokasi insentif tenaga kesehatan daerah (innakesda) yang bersumber dari refocusing 8 persen Dana Alokasi Umum (DAU) /Dana Bagi Hasil (DBH) tahun anggaran 2021 belum dianggarkan dalam APBD 2021.

Pemerintah pusat meminta Sulsel untuk melakukan langkah percepatan dengan merealisasikan sisa BOKT TA 2020, penganggaran dan pembayaran Innakesda yang bersumber dari refocusing 8 persen DAU/DBH TA 2021 dan pelaporan realisasi pembayaran Innakesda TA 2021.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan, untuk mencairkan sebuah anggaran, termasuk penyaluran insentif nakes, perlu melalui prosedur sesuai regulasi yang ada.

"Kalau insentif nya, uangnya kan sudah ada. Pencairannya prosedural juga kan. Kita juga mengkaji. Paling tidak kita mau lihat bagaimana prosedur-prosedur supaya itu terealisasi. Karena tertahan itu lebih kepada di sisi ini ada aturan ini,” katanya ketika ditemui di Kantor Gubernur, Senin, (21/6/2021) lalu.

Terpisah, Plt Bappelibanda Sulsel, Andi Darmawan Bintang menyebutkan, beberapa segmen anggaran yang cukup besar mempengaruhi anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga serapan anggaran di Sulsel belum maksimal.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan